Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Peternakan (DTPHP) Kutai Timur pun bergerak cepat. Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan drh Antonius Kurniawan Dewanto mengungkap ada kemungkinan kematian lima sapi itu karena suspect jembrana dan meminta peternak untuk waspada.
"Memang ada laporan warga kematian mendadak hewan ternak sapi di Kecamatan Sangatta Selatan," ujar Antonius kepada Korankaltim.com, Jumat (2/8/2024).
Sejumlah sapi yang mati merupakan sisa penjualan Hari Raya IdulAdha sehingga dan kuat dugaan kematian sapi-sapi tersebut dikarenakan penyakit Jembrana.
"Kami sudah mengambil sampel organ dalam bagian jeroan sapi yang mati itu untuk dikirim ke laboratorium," jelas Antonius lagi.
Saat pemeriksaan di lapangan dengan melihat kondisi fisik sapi tersebut sepertinya belum disuntik vaksin Jembrana. "Memang Iduladha lalu kami memasok sapi sebagian besar asal dari Bali dan Sulawesi," ungkapnya.
Untuk mengantisipasi agar tidak terjadi hal serupa pihaknya gencar melakukan vaksinasi Jembrana kepada sapi-sapi bali di sejumlah kecamatan. "Sebenarnya dagingnya masih aman di konsumsi kecuali dibagian jeroan. Kalau ada gejala segera disembelih saja," tutup Antonius.
Editor: Aspian Nur