Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kutim, Muhammad Naim mengatakan, pihaknya telah mengarahkan anggota usai menerima laporan adanya kebakaran lahan.
"Untuk luas area lahan yang terbakar berkisar 20 x 10 meter persegi," jelas Naim saat dikonfirmasi pada Jumat (15/9/2023).
Pihaknya belum mengetahui secara pasti penyebab kebakaran tersebut, karena sedang proses penyelidikan oleh tim kepolisian.
"Saat ini masih dalam penyelidikan aparat. Kalau ada perkembangan kami informasikan," sebutnya.
Untuk memadamkan api, pihaknya telah mengerahkan sebanyak dua unit water supply dan unit patroli kepolisian serta satu unit rescue dari PT KPC.
Selain itu, pihaknya juga terus memonitoring selama memasuki musim kemarau karena sangat rentan terjadinya kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).
"Sesuai prediksi BMKG, potensi kemarau hingga akhir September 2023 mendatang. Kami terus melakukan monitoring melalui aplikasi Lembuswana dan BRIN Hotspot," jelasnya.
Disebutkan, pemicu Karhutla rata-rata karena adanya pembakaran lahan, sehingga pihaknya mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk tidak membuka dan membakar lahan.
"Apalagi di tengah situasi El Nino atau musim kemarau. Jadi harus tetap waspada," imbau dia.
Editor: Maruly Zainuddin