Seorang warga yang bermukim di Jl Pinang Dalam bahkan dilaporkan meninggal dunia. Pada saat banjir korban mencoba naik ke atas tangga namun tersungkur ke dalam air. Meski berusaha dibawa ke rumah sakit namun nyawa korban tidak sempat tertolong.
Memet (27), warga pinang dalam menuturkan bahwa korban bernama Suriati (41) saat dibawa perjalanan ke rumah sakit namun sudah meregang nyawa.
"Kata tetangga korban ada riwayat penyakit. Mungkin panik dan trauma saat melihat sekitar rumahnya banjir," sebutnya.
Menanggapi banjir di Kecamatan Sangatta Selatan dan Sangatta Utara, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kutim langsung bergegas menerjunkan perahu karet dan menyiapkan dapur umum bagi masyarakat yang terdampak banjir.
Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kutim Awang Ari Jusnanta menuturkan pihaknya melakukan penanganan banjir, saat ini masih difokuskan untuk di wilayah KM 1 dan KM 8, jalan poros Sangatta-Bontang.
"Kami terus menyiapkan dan menambah personel maupun sarana pendukung agar bisa membantu mengevakuasi masyarakat yang terdampak banjir," sebutnya.
Sebelumnya, Camat Sangatta Selatan, Vita Nur Hasanah yang turun langsung memantau warganya, mengaku telah berkoordinasi dengan BPBD Kutim dan telah mengerahkan anggota untuk berpatroli mendatangi beberapa lokasi rawan banjir.
Tim BPBD berpatroli dan mengevakuasi warga. Termasuk pendataan jumlah rumah dan warga yang terdampak banjir masih dilakukan.
"Warga kami yang terdampak seperti di Kampung Kajang, Kampung Tengah dan Masabang," sebutnya.
Penulis: Zulhamri
Editor: Supiansyah