Camat Bengalon, Suharman menuturkan hingga kini debit air semakin tinggi sehingga tiap harinya jumlah KK terus bertambah. Bahkan ada desa sudah tidak bisa beraktivitas sama sekali.
"Akibat banjir aktivitas warga terbatas. Apalagi di Desa Tepian Langsat khususnya di Dusun Hambur Batu sekitar 35 KK mengungsi ke keluarga karena sudah lumpuh total," sebutnya.
Pihaknya juga telah mendirikan tenda darurat di Desa Sekerat untuk mengantisipasi jika ada warga ingin mengungsi. Mereka juga dipersilakan mengungsi di tempat keluarga yang belum terdampak.
"Semoga saja airnya cepat surut karena banjir kiriman dari hulu yang tidak bisa diprediksi tambah lagi jika pasang air laut debit air pasti tambah tinggi.
Meski demikian, pihaknya masih dapat memantau dan siaga kepada warga yang suatu saat butuh bantuan evakuasi dengan menggunakan perahu.
Untuk ketersediaan logistik dan obat-obatan masih terpantau aman karena bahu membahu pemerintah dan pihak perusahaan swasta turut menyalurkan bantuan darurat dalam penangangan bagi warga terdampak.
"Termasuk mendirikan dapur umum untuk memenuhi kebutuhan makan sehari-hari warga yang rumahnya masih terkepung banjir sehingga tak bisa melakukan aktivitas atau keluar rumah," tukasnya.
Penulis: Zulhamri
Editor : Bambang Irawan