"Jadi total jumlahnya sekitar 321 sekolah yang siap melaksanakan PTM yang tersebar di 18 Kecamatan baik tingkat TK, SD dan SMP," sebut Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik), Syahrir saat di konfirmasi, Minggu (3/10/2021) sore.
Pihaknya akan terus memonitor dan mengevaluasi setiap sekolah yang telah melakukan PTM. Bahkan diakui, sejumlah sekolah yang telah lebih dahulu melakukan PTM terus berlanjut karena dirasa aman sesuai pantauan tim Satgas Covid-19.
"Nantinya kami akan melakukan evaluasi bersama tim satgas Covid-19 setiap dua minggu sekali. Jika masih terdapat kekurangan akan dibenahi," sebutnya.
Ia juga menekankan agar para orang tua atau wali murid mengikuti prosedur pada saat mengantar dan menjemput anak agar tidak melakukan kerumunan demi mengantisipasi adanya klater baru.
"Jadi orang tua tidak dianjurkan menunggu anak di lingkungan sekolah. Mengantar dan menjemput anak diusahakan sesuai jadwal pelajaran sehingga tidak berlama-lama menunggu di lingkungan sekolah," bebernya.
Sebelumnya, Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman meminta agar dilakukan persiapan dan dimatangkan terlebih dahulu secara teknis sebelum dilaksanakan PTM serentak.
Berdasarkan hasil koordinasi pihaknya meminta agar standar operasional prosedur (SOP) agar dipersiapkan dengan sebaik-baiknya. "Seluruh sekolah harus memperhatikan ketentuan yang harus dipenuhi salah satunya protokol kesehatan," sebut Ardiansyah.
Meskipun sesuai laporan yang diterimanya semua sekolah sudah siap melaksanakan PTM hanya saja memang ada beberapa menjadi catatan. Semisal capaian vaksinasi bagi guru dan pelajar belum secara merata.
"Namun secara teknis prinsipnya sudah siap namun tetap dikhawatirkan. Sehingga alangkah baiknya mengutamakan pengamanan terlebih dahulu," imbuh Ardiansyah.
Penulis: Zulhamri
Editor : Bambang Irawan