"Ditargetkan mudah-mudahan dalam satu bulan ke depan dengan adanya pemberlakuan pembatasan aktivitas setiap dua hari setiap akhir pekan dapat menekan dan menurunkan penularan kasus,” ucap Kasmidi.
Adanya pemberlakuan pembatasan aktivitas untuk menghindari kerumunan tentu dengan tujuan mengurangi penyebaran pandemi Covid-19. Oleh sebab itu memberikan beberapa arahan sebagai ketegasan.
"Kami minta masyarakat untuk dipahami di tengah kondisi pandemi saat ini sangat berpengaruh terhadap perekonomian. Mari jaga diri dengan tetap menerapkan protokol kesehatan yakni menerapkan 5M (Memakai Masker, Mencuci Tangan, Menjaga Jarak, Menjauhi Kerumunan dan Membatasi mobilitas,” ucap Kasmidi.
Lebih jauh, Kasmidi menyebutkan aktivitas di pasar tetap beroperasi namun dirinya meminta kepada pedagang dan pengunjung pasar hanya boleh beli setelah itu langsung pulang. Termasuk pemilik kafe dan warung yang diperkenankan buka dengan sistem take away.
Terus mengupayakan agar tidak ada tempat berkumpul atau berkerumun di layanan umum. Bahkan kalau tidak bisa menekan penurunan kasus maka rencananya ada pembatasan skala mikro. Tapi hal itu masih proses pembahasan sebab jika nanti diterapkan dampaknya akan lebih besar lagi.
"Makanya selama sebulan ke depan kami akan melakukan upaya menekan angka penularan kasus. Dengan melakukan komunikasi kepada elemen perusahaan di masing-masing kecamatan untuk membentuk tim Satgas Covid-19 sampai ke tingkat desa. Termasuk melarang cuti karyawan keluar daerah," tutupnya.
Penulis: Zulhamri
Editor : Bambang Irawan