Kamis, 30/07/2026
Kamis, 30/07/2026
Penguluran Naga Laki dan Bini ke Kutai Lama pada pelaksanaan Erau Adat Pelas Benua 2025. (Foto: Muhammad Anshori/KoranKaltim.com)
Kamis, 30/07/2026

Penguluran Naga Laki dan Bini ke Kutai Lama pada pelaksanaan Erau Adat Pelas Benua 2025. (Foto: Muhammad Anshori/KoranKaltim.com)
Penulis: Muhammad Anshori
KORANKALTIM.COM, TENGGARONG - Dobrakan besar terjadi dalam persiapan pesta adat terbesar di Kutai Kartanegara (Kukar) yakni Erau Adat Pelas Benua 2026.
Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Pemkab Kukar) resmi mengubah skema anggaran dengan menggelontorkan dana hibah sebesar Rp15 Miliar langsung ke rekening Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura, memotong jalur birokrasi yang selama ini berbelit.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kukar Heriansyah mengatakan, anggaran Disdikbud sengaja dipangkas habis demi efisiensi total. Kini, kesultanan memegang kendali penuh atas anggaran tersebut.
"Di 2026 semuanya ada di kesultanan," ungkap Heriansyah Kamis (30/7/2026).
Dana sebesar Rp15 Miliar tersebut tidak hanya dibakar untuk kemegahan festival Erau semata, melainkan dipatok untuk menyokong seluruh urat nadi operasional kesultanan beserta rangkaian agenda lainnya.
Gebrakan anggaran ini sempat memicu pertanyaan publik. Namun, Disdikbud Kukar langsung bergerak meredam spekulasi. Usai menggelar dua kali rapat, Heriansyah menegaskan ada garis pembatas yang tidak boleh dil anggar, seperti urusan seremonial dipegang Pemda, namun prosesi sakral tetap menjadi hak mutlak milik Kesultanan.
Modernisasi anggaran dan masuknya pengaruh luar dijamin tidak akan mengotori kesakralan tradisi leluhur.
"Untuk agenda sakral itu ada di pihak Sultan. Itu tradisi turun-temurun yang sudah diwariskan nenek kita, harus terus kita jaga identitasnya," ucapnya.
Kegiatan ini berada di dua titik lokasi, Stadion Rondong Demang dan kawasan sakral Keraton Kesultanan Kutai Kartanegara. Pemkab Kukar juga menerapkan strategi agresif untuk menyukseskan Erau 2026.
Konsep kolaborasi total dibuat agar beban finansial tidak hanya mencekik satu pihak. Seluruh elemen dipaksa bahu-bahu mendanai pesta rakyat ini. Tidak hanya itu, Disdikbud membuat keputusan dengan memobilisasi massa pelajar untuk turun langsung ke arena Erau.
Anak muda tidak boleh lagi jadi penonton pasif di tanah leluhurnya sendiri. "Kami ingin mengedukasi anak-anak muda di Kukar agar mereka tak lagi jadi penonton di rumahnya. Kita akan libatkan sekolah biar mereka mengetahui tentang adat dan budayanya sendiri," ujar Heriansyah.
Erau 2026 dipastikan bakal meledak, sebab, Festival yang akan digelar pada 20 September 2026 mendatang berhasil menembus kurasi ketat dan resmi dicaplok ke dalam Karisma Event Nusantara (KEN) oleh pemerintah pusat.
Menyadari momentum emas ini, delegasi Kukar tidak main-main dan siap langsung menyerbu Jakarta untuk menagih komitmen dari pusat. Pemkab juga akan menggelar audiensi tingkat tinggi dengan Menteri Kebudayaan serta Menteri Pariwisata demi mengamankan kucuran dana panggung berskala masif.
"Kedepan kita mau audiensi dengan Menteri Kebudayaan dan Menteri Pariwisata. Bagaimana dukungan pusat berkait dengan proses kegiatan sakral ini," pungkas Heriansyah.
Editor: Aspian Nur
Kamis, 30/07/2026
Penguluran Naga Laki dan Bini ke Kutai Lama pada pelaksanaan Erau Adat Pelas Benua 2025. (Foto: Muhammad Anshori/KoranKaltim.com)
TERPOPULER