Selasa, 18/08/2026
Selasa, 18/08/2026
Seorang anak bermain di area playground Kampung Ujoh Bilang, Kecamatan Long Bagun, Mahakam Ulu. (Foto: Julika/Korankaltim.com)
Selasa, 18/08/2026

Seorang anak bermain di area playground Kampung Ujoh Bilang, Kecamatan Long Bagun, Mahakam Ulu. (Foto: Julika/Korankaltim.com)
Penulis: Julika Hengin
KORANKALTIM.COM, UJOH BILANG – Pemerintah Kampung Ujoh Bilang Kecamatan Long Bagun, Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu) mengembangkan arena bermain atau playground sebagai tempat ramah anak sekaligus upaya mendorong aktivitas ekonomi masyarakat kampung.
Petinggi Ujoh Bilang Petrus Jumriq mengatakan, pembangunan playground tersebut memanfaatkan anggaran kampung karena pemerintah kampung melihat perlunya menyediakan ruang bagi anak-anak untuk bermain dan berinteraksi secara langsung, di tengah meningkatnya kebiasaan anak menggunakan gawai.
“Karena kami lihat anak-anak bermain gadget terus, jadi kami buat buat inovasi supaya mereka punya tempat untuk bermain. Jadi ibu-ibu atau bapak-bapak yang datang bisa membawa anak-anaknya bermain disini,” kata Petrus saat dikonfirmasi, Selasa (18/8/2026).
Playground tersebut tidak hanya dirancang sebagai fasilitas bermain, tetapi juga akan dikelola secara komersial agar dapat memberikan kontribusi terhadap pendapatan kampung. Pengunjung dikenakan tarif Rp25 Ribu untuk setiap anak dengan durasi bermain selama satu jam.
Untuk menjaga keamanan, jumlah anak yang bermain akan dibatasi dan dilakukan secara bergantian. Kapasitas playground diperkirakan sekitar 30 hingga 50 orang. Pengelola juga akan menyiapkan petugas dari aparatur kampung untuk melakukan pengawasan selama kegiatan bermain berlangsung.
Petugas yang ditempatkan di playground tidak hanya bertugas mengawasi, tetapi juga diharapkan mampu berkomunikasi dan berinteraksi dengan anak-anak. Hal tersebut dinilai penting untuk menciptakan lingkungan bermain yang aman dan nyaman.
“Penjagaannya kita usahakan petugas yang harus bisa berkomunikasi dengan anak dan menjaga mereka supaya tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” papar Petrus.
Playground diharapkan dapat beroperasi setiap hari, terutama pada hari libur ketika aktivitas anak-anak dan keluarga cenderung meningkat. Operasional perdana ditargetkan dimulai pada pekan depan setelah playground tersebut diresmikan.
Dari sisi ekonomi, pemerintah kampung memperkirakan playground dapat menghasilkan pendapatan sekitar Rp25 Juta dalam tiga bulan pertama. Namun, target tersebut masih bergantung pada tingkat antusiasme masyarakat dan promosi yang dilakukan setelah fasilitas mulai beroperasi.
“Kalau melihat antusias anak-anak sekarang, setelah kami promosikan dan masyarakat sudah mengetahui, mungkin bisa dapat Rp25 Juta dalam tiga bulan. Tetapi antusias masyarakat memang belum seperti di kota,” jelas Petrus.
Selain menyediakan fasilitas bermain, pemerintah kampung juga menyiapkan area kafe di bagian atas playground. Keberadaan kafe tersebut diharapkan menjadi pilihan bagi orang tua yang menunggu anaknya bermain sekaligus membuka peluang bagi kegiatan ekonomi masyarakat.
"Orangtua yang menunggu anaknya bisa duduk di kafe, minum kopi atau teh sambil menunggu anak-anak bermain,” katanya.
Pengembangan playground juga diarahkan untuk mendukung peningkatan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kampung Ujoh Bilang. Pemerintah kampung berharap keberadaan fasilitas tersebut dapat menciptakan aktivitas ekonomi baru yang melibatkan masyarakat.
“Target kami selain mendirikan playground adalah UMKM. UMKM ini harus kita tingkatkan,” ujarnya.
Untuk pengelolaan jangka panjang, pemerintah kampung membuka peluang agar playground nantinya dapat dikelola melalui Badan Usaha Milik Kampung (BUMKam). Namun, rencana tersebut belum langsung diterapkan karena pemerintah kampung masih melihat kesiapan sumber daya manusia yang akan mengelolanya.
Editor: Aspian Nur
Selasa, 18/08/2026
Seorang anak bermain di area playground Kampung Ujoh Bilang, Kecamatan Long Bagun, Mahakam Ulu. (Foto: Julika/Korankaltim.com)
TERPOPULER