"Dalam insiden ini, empat orang hilang, yakni ayah, ibu, dan dua anak. Hingga kini, dua korban (ibu dan anak) telah ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, sementara dua lainnya masih dalam proses pencarian," ungkap Wakapolres Mahulu Kompol Mochamad Rezsa, Senin (21/10/2024).
Polres bersama dengan BPBD Mahulu saat ini bekerja sama untuk menuju lokasi kejadian guna melanjutkan pencarian dua orang korban yang masih hilang.
Rezsa menjelaskan kecelakaan tersebut terjadi ketika keluarga tersebut sedang menuju Naha Tivab menggunakan perahu ces (ketinting).
"Kronologis kejadian menunjukkan bahwa arus Sungai Mahakam cukup deras saat itu. Keluarga ini tengah melakukan perjalanan dan diduga perahu mereka menabrak ombak yang menyebabkan karam," jelas Wakapolres.
Ia juga menambahkan bahwa peristiwa ini terjadi di luar wilayah Kecamatan Long Pahangai, yakni di Kecamatan Long Apari.
Insiden ini menjadi tantangan tersendiri dalam meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya keselamatan dalam bertransportasi, terutama di sungai yang arusnya kuat.
"Kita perlu memberikan pendekatan dan edukasi kepada masyarakat bahwa keselamatan adalah yang utama. Penggunaan life jacket dan memastikan kelayakan perahu serta mesin yang digunakan menjadi sangat penting untuk menghindari kecelakaan serupa," tambahnya.
Editor: Supiansyah