Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kadis PUPR) Mahulu Didk Subagya mengatakan, perbaikan jembatan kayu di Sungai Tingang 1 2 dan Jembatan Polsek memang sudah masuk perencanaannya PUPR Mahulu untuk diubah menjadi bailey atau jembatan rangka baja.
Hanya saja saat ini masih dalam proses pelelangan PUPR Mahulu namun pelaksanaan fisik dari tiga jembatan ini akan diperbaiki tahun ini juga mengingat lalu lintas warga di tiga jembatan ini sudah cukup tinggi.
Dengan jenis jembatan yang memiliki rangka baja itu diperkirakan akan menelan anggaran Rp9 Miliar sampai Rp10 Miliar per masing-masing jembatannya. "Tapi tergantung hasil lelang lagi, karena sekarang kami lagi proses lelang. Dokumennya sudah siap. Cuma untuk anggarannya DPA PUPR sudah mencukupi," kata Didik kepada Korankaltim.com Selasa (8/7/2024) hari ini.
Timnya sempat melalukan pelelangan, hanya saja terkendala pada anggaran yang kurang memadai sehingga dilakukan pelelangan kembali di anggaran perubahan tahun ini.
Selain pembangunan tiga jembatan ini, pelebaran jalan Ibu kota Mahulu juga termasuk dalam program pembangunan prioritas PUPR Mahulu. PUPR Mahulu akan melakukan perubahan fisik badan jalan yang sebelumnya tidak menggunakan rigit namun kali ini harus digunakan.
"Karena umur ekonomisnya bisa sampai 20 tahun. Kalau aspal yang sudah dibuat tiap tahun menghabiskan anggaran Rp4 Miliar itu rusak terus," ungkap Didik.
Apalagi kontur tanah di Mahulu tidak sesuai. Seperti sped tanah yang tinggi dan labil memberi dampak kerusakan aspal yang terus menerus terjadi meski dengan beban ringan.
Editor: Aspian Nur