Putusnya jalan poros berpondasi semen cor itu selain karena dihantam derasnya air juga karena naiknya air ke permukaan.
Kepada Korankaltim.com siang tadi, Ain, warga setempat menyebut kondisi jalan sudah memburuk sejak pertengahan tahun ini namun belum mendapatkan penanganan serius.
Warga merasa khawatir dengan risiko insiden yang tinggi, terutama bagi mereka yang tetap mencoba melintasi jalan tersebut. Dampak terbesar dirasakan oleh aktivitas warga yang menuju pusat kabupaten kota, yang terpaksa harus memutar jauh melewati Kampung Empas untuk mencapai tujuan mereka.
Roki, warga lainnya mengeluhkan hal yang sama. "Susah kalau jalan ini tidak segera diperbaiki, karena kami harus memutar lagi lewat Empas padahal ini jalan menuju tempat kerja," ucap Roki
Sementara jalan ini tidak dapat dilalui kendaraan, warga setempat berharap pemerintah kabupaten segera memberikan perhatian dan penanganan yang diperlukan demi keamanan dan kelancaran mobilitas.
Editor: Aspian Nur