Kapolres Mahulu, AKBP Anthony Rybok melalui Kasat Reskrim, Iptu Hadi Winarno mengatakan, tes DNA diperlukan untuk memastikan apakah benar tiga dari korban tewas merupakan pelaku Jasinto Beremau.
"Tes DNA diperlukan untuk memastikan apakah benar satu dari dua korban tewas terbakar adalah pelaku," ujar Hadi kepada Korankaltim.com, Rabu (18/10/2023).
DNA terduga pelaku nanti akan dicocokkan dengan keluarganya. Hadi belum bisa memastikan kapan hasil uji laboratorium itu keluar mengingat pemeriksaan sampel dilakukan oleh tim Mabes Polri.
"Jadi upaya selanjutnya dari pihak Polres Mahulu, kita ambil sampel di Rumah Sakit Bhayangkara Polda Kaltim di Balikpapan, kemudian akan uji lab melalui tes DNA di Rumah Sakit Mabes Polri," tambahnya.
Peristiwa yang membuat geger masyarakat Mahulu ini terjadi pada Jumat (13/10/2023) pukul 19.45 WITA, di mes karyawan PT SAU.
Kala itu, Jasinto tetiba mengamuk sambil membawa parang dan alat dodos sawit. Ia sempat mengejar warga. Ulah Jasinto ini sempat membuat panik penghuni mes tersebut.
Tak berselang lama, terlihat api membumbung tinggi melahap mes karyawan. Usai kebakaran, ditemukan tiga korban tewas.
Satu korban ditemukan tergeletak dengan luka sabetan senjata tajam di depan pintu, dua korban dalam keadaan terbakar di dalam rumah, yakni Anita Babo yang merupakan istri Jasinto dan Mr X yang diduga merupakan jasad pelaku Jasinto.
"Peristiwa ini terjadi ketika seorang pekerja karyawan sawit PT SAU melakukan dugaan penganiayaan terhadap istri dan tetangga, diikuti pembakaran mes karyawan," ujar Hadi.
Selain menewaskan tiga orang, terdapat satu lainnya yang mengalami luka berat dan telah mendapat penanganan medis.
Adapun motif kasus ini masih dalam penyelidikan aparat kepolisian.
Editor: Supiansyah