Pengumpulan kosakata bahasa daerah etnis Dayak Bahau ini bekerjasama dengan Pemerintah Kampung Ngenyan, Kecamatan Barong Tongkok, Kabupaten Kutai Barat (Kubar), melibatkan beberapa orang yang dianggap sebagai tokoh masyarakat dan berasal dari etnis Dayak Bahau serta menetap di Kubar. Serta beberapa komunitas etnis Dayak Bahau yang sudah terbentuk di Bumi Tanaa Purai Ngeriman.
Anang pun mengapresiasi dan menyambut gembira adanya komunitas-komunitas penutur bahasa daerah sebagai wadah komunikasi antar penutur bahasa daerah di Kubar. Komunitas semacam itu akan menjadi basis penting bagi upaya pelindungan bahasa yang dilaksanakan langsung oleh masyarakat dan didukung oleh pemangku kebijakan di daerah.
"Ada beberapa masyarakat etnis Dayak Bahau dan komunitas etnis yang kami libatkan dengan tujuan akhir dari kegiatan ini adalah membuatkan kamus bahasa daerah sehingga generasi mendatang mengetahui keberagaman bahasa yang menjadi kekayaan Bangsa Indonesia. Serta sebagai bukti tertulis/otentik bahwa bahasa ini ada khususnya di Kaltim," paparnya
Proses pengumpulan kosakata hingga akhirnya dibuatkan kamus bahasa daerah ini cukup memerlukan waktu yang panjang. Dimana ada beberapa tahap yang nantinya harus dilalui, mulai dari pengumpulan kosakata seperti yang dilakukan sekarang sampai akhirnya saat verifikasi kosa kata bahasa untuk bisa diterima dan dimasukkan serta dibuatkan kamus bahasa daerah.
"Waktu yang diperlukan kurang lebih 2-3 tahun kedepan. Setelah nantinya bisa dibuatkan kamus maka akan di sebarkan di seluruh wilayah Indonesia. Agar bisa dikenal, diingat dan diketahui bahwa Bangsa Indonesia ini punya banyak keanekaragaman dan kekayaan budaya yang salah satunya dari segi bahasa," tandas Anang.
Berlangsung kurang lebih hingga empat hari kedepan, tim dari Kantor Bahasa Provinsi Kaltim dengan 5 peneliti ini menargetkan untuk bisa mengumpulkan setidaknya sekitar seribu kosa kata bahasa daerah, dilaksanakan di kantor Petinggi Kampung Ngenyan Asa dan sangat disambut baik oleh pemerintah kampung dan masyarakat serta komunitas etnis Dayak Bahau.
"Kami sangat senang dan siap membantu kegiatan yang dilaksanakan ini sebagai upaya mempertahankan bahasa daerah. Apalagi di zaman seperti ini, bahasa daerah mulai jarang digunakan atau terdengar khususnya pada generasi muda," kata Petinggi Kampung Ngenyan Asa, Pinus.
Penulis : M. Yasin Handayan
Editor: Aspian Nur