Agustinus Teguh Santoso mengatakan, jika Dalam satu Minggu belakangan ini telah terjadi kenaikan kasus Covid-19 ditiga Kampung tersebut, bahkan pada bulan lalu telah terjadi 1 (Satu) kasus kematian karna covid-19 di Kampung Long Bagun Ilir.
"Di Long Bagun Tengah juga ada penambahan kasus covid-19 dan itu masih berhubungan dengan kasus korban meninggal karna covid-19 pada satu bulan yang lalu, di Kampung itu ada dua penambahan kasusnya, lalu di Long Bagun justru ada 5 kasus positif covid-19, kemudian hasil tracing yang dikirim ada 8 (Delapan) hasil Tes Cepat Molekuler (TCM) yang positif,"Teran Teguh, begitu beliau disapa.
Teguh juga mengatakan jika ada yang ingin masuk di 3 (Tiga) Kampung tersebut untuk melakukan tes kesehatan terlebih dahulu.
"Ketika mau keluar dari kampung itu menuju ke kampung lain juga harus swab antigen dulu, sehingga orang yang keluar masuk itu betul-betul amanaman dari paparan covid-19," ujar Teguh.
Adapun kegiatan Tracing dan Tracking ini sudah berjalan dan dilakukan oleh pihak TGC Dan Dinas Kesehatan P2KB sejak hari Jum'at (27/3/2021) lalu ditiga Kampung tersebut.
"Memang secara teori mestinya satu kontak erat, itu minimalkan 15 sampai 30 orang, tetapi dari Lima kasus positif itu kemarin kami screeningnya baru 20 orang, ada hasil antigennya yang positif itu ada satu, kemudian kita lanjutkan pada hari Sabtu dan Minggu dan ada 8 orang yang hasil PCM nya positif dan hasilnya kita kirim ke samarinda untuk tes PCR sebagai penegak diagnosa lebih lanjut,"Kata Teguh.
Teguh juga menyampaikan adanya kendala dalam melakukan tracing dan tracking ini, dimana jika ada penambahan kasus dan pihaknya ingin melakukan screening banyak Masyarakat yang menolak untuk dilakukan screening bahkan ada yang sampai kabur keladang.
"Kita harapkan kalau ada kasus, mohon supaya betul-betul mau dilakukan trecing, tracking dan screening terhadap orang yang kita nyata ada kontak erat, justru jangan menolak atau menghindar, karna kalau kasusnya tidak tuntas itu nanti akan berkelanjutan terus,"Tegasnya.
Teguh juga menambahkan menghimbau kepada Masyarakat untuk mengikuti prosedur dan protokol pengan covid-19 ketika terjadi lonjakan atau kenaikan kasus di suatu kampung.
"Jadi ketia petugas kami melakukan tracing, tracking dan screening, ayok kita berpartisipasi, karna itu juga sebagai bentuk kita untuk memutus tali penyebaran dari wabah covid-19 ini,"Tambahnya.
"Kami mengharapkan para tokoh masyarakat, peting, Badan Permusyawaratan Kampung (BPK) untuk bersama-sama didalam melakukan kegiatan ini membantu agar segera tuntas dan segera bisa dilakukan penanggulangannya sesuai dengan prosedur yang sudah ditentukan,"harapnya.[]
Penulis : Rendi Rifaldy
Editor : Rusdi