Sabtu, 11/07/2020

Luhut Minta Kepala Daerah di Kaltim Tak Berpangku Tangan

Sabtu, 11/07/2020

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Panjaitan ( Foto: Detikcom)

Share
Join Grup Telegram Koran Kaltim untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/+SsC4jer3I5syZWU1 atau klik tombol dibawah ini.

Grup Telegram Koran Kaltim

kemudian join. Anda harus instal aplikasi Telegram terlebih dahulu di ponsel.

Berita Terkait

Luhut Minta Kepala Daerah di Kaltim Tak Berpangku Tangan

Sabtu, 11/07/2020

logo

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Panjaitan ( Foto: Detikcom)

KORANKALTIM,COM, SAMARINDA - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Panjaitan (LBP) blak-blakan meminta Kaltim sebagai daerah yang masih bergantung kepada ekonomi sektor eksplorasi khususnya pertambangan batu bara, agar tidak berpangku tangan dengan mengandalkan sektor emas hitam itu. Ia berharap, pemerintah daerah bisa melakukan inovasi guna mendapatkan sumber-sumber pendapatan lain. 

“Harus ada inisiatif inovasi dari kepala daerah. Memang enak, 10 sampai 15 tahun lalu nambang saja dapat duit,” kata Luhut dalam Diseminasi Laporan Perekonomian Kaltim yang digelar Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Kaltim melalui video conference, Jumat (10/7/2020) kemarin.

Luhut berharap, pemerintah daerah di Kaltim punya agenda yang inisiatif berkelanjutan, dalam rangka menemukan pengembangan pendapatan daerah.

“Perlu dorong diversifikasi dengan investasi nilai tambah komoditi. Pak Gubernur atau Bupati tolong berfikir ke sana. Jangan berfikir tambang keruk-keruk begitu saja,” tukas Luhut.

Beberapa hal potensial disebut Luhut ada di Kaltim. Mulai dari hilirisasi batu bara menjadi metanol, kelapa sawit menjadi bahan energi baru terbarukan, hingga potensi hydropower di Sungai Mahakam yang sangat potensial.

Ia juga menyebut, pemerintah daerah jangan terlalu kaku kepada para investor. Kaltim disebut perlu menengok apa yang sudah dilakukan di Morowali, Sulawesi Tengah. Kawasan industri yang terintegrasi di sana mampu menyerap investor, dan secara bersamaan pula menyerap tenaga kerja lokal.

“Saya minta pemerintah daerah di Kaltim berpikir integrasi bukan segmented. Kita harus berpikir terintegrasi dan holistik,” tandasnya.


Penulis: */Rusdi

Editor: M.Huldi

Berita sudah terbit di edisi cetak Koran Kaltim edisi Sabtu, 11 Juli 2020.

Luhut Minta Kepala Daerah di Kaltim Tak Berpangku Tangan

Sabtu, 11/07/2020

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Panjaitan ( Foto: Detikcom)

Share

Berita Terkait