Kamis, 11/06/2020
Kamis, 11/06/2020
Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni. (Foto: Romi Ali Darmawan/Koran Kaltim)
Kamis, 11/06/2020

Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni. (Foto: Romi Ali Darmawan/Koran Kaltim)
KORANKALTIM.COM, BONTANG - Sistem pembelajaran jarak jauh ditengah pandemi Covid-19, masih perlu evaluasi. Sebab tidak semua orangtua siswa memiliki perangkat yang menunjang untuk menjalankan metode pembelajaran itu.
Melihat itu, Pemerintah Kota Bontang mewacanakan membantu para siswa yang mengalami kesulitan dengan cara membantu gadget baru untuk sarana prasarana metode pembelajaran daring.
Tapi mereka harus bersabar dulu karena di momentum Pilkada ini, program bersifat bantuan semacam itu tidak diperkenankan.
"Karena Pilkada, bantuan semacam itu tidak diperbolehkan. Jadi untuk kedepannya, karena kita tidak tau sampai kapan pandemi akan berakhir," ucap Walikota Bontang, Neni Moerniaeni, Rabu (10/6/2020) .
Menurut Neni, dalam waktu dekat, Pemkot akan mendata para siswa yang benar-benar membutuhkan. Ide pemberian bantuan dari keprihatinannya mendengar keluhan lewat para guru.
Sebab terdapat beberapa orangtua, yang terpaksa harus ke sekolah menemui guru untuk melakukan pembelajaran langsung ke anaknya. "Kasihan, makanya mekanismenya seperti apa, nanti kami bicarakan," lanjut Neni.
Bantuan itu diwacanakan serupa dengan bantuan laptop untuk guru tapi hanya untuk yang membutuhkan. "Kalau yang sudah punya ya enggak, kami juga sudah membicarakan terkait ini," tambahnya.
Untuk pembelajaran langsung masih melakukan pengkajian. Menurutnya, untuk SMP bisa saja mengikuti kalender pendidikan yang ada. Namun menjadi perhatian adalah siswa baru yang baru mengenyam dunia pendidikan.
"Contohnya, anak TK dan Anak baru SD, bisa saja nanti masuk dia tukar-tukaran masker, kan itu bahaya," ucap Neni ditengah rapat dengan Kepala Sekolah yang ada. (*)
Penulis: Romi Ali Dharmawan
Editor: Aspian Nur
* Berita/artikel ini sudah terbit di Koran Kaltim edisi cetak tanggal 11 Juni 2020
Kamis, 11/06/2020
Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni. (Foto: Romi Ali Darmawan/Koran Kaltim)
TERPOPULER