Rabu, 10/06/2020
Rabu, 10/06/2020
Komisioner KPU Kota Samarinda Divisi Perencanaan Program, Data dan Informasi, Dwi Haryono
Rabu, 10/06/2020

Komisioner KPU Kota Samarinda Divisi Perencanaan Program, Data dan Informasi, Dwi Haryono
KORANKALTIM.COM, SAMARINDA – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Samarinda terus membangun komunikasi aktif dengan Pemkot Samarinda untuk menyukseskan pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak Desember mendatang. Salah satu yang paling utama adalah menyangkut dana hibah untuk membiayai pelaksanaan Pilkada yang rencana dihelat 9 Desember mendatang.
Persoalan ini jadi pembahasan serius dalam pertemuan yang berlangsung Selasa (9/6/2020) kemarin. Terutama untuk kebutuhan Alat Pelindung Diri (APD) dan penerapan protokol kesehatan di tengah pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) saat pelaksanaan maupun dimulainya tahapan Pilkada nanti. “Kami ajukan tambahan Rp17 miliar tapi ternyata dapat masukan dari Dinas Kesehatan, sehingga dari Rp17 miliar berubah menjadi Rp8,1 miliar,” tutur Komisioner KPU Kota Samarinda Divisi Perencanaan Program, Data dan Informasi, Dwi Haryono, kemarin.
Soal anggaran tersebut akan dibahas kembali di internal Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) bersama Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Samarinda Sugeng Chairuddin. “Apakah kebutuhan yang diajukan akan dipenuhi semua atau sebagian, dari kami masih menunggu hasil dari pertemuan tersebut,” terangnya.
Besaran bantuan yang diajukan diharapkan dapat diterima keseluruhan karena nominal tersebut sudah betul-betul sesuai dengan fakta perkembangan Covid-19 dan kebutuhan di KPU Samarinda. “Kalau dari Bappeda (Badan Perencanaan Pembangunan Daerah) ada sinyal bahwa akan difasilitasi untuk diberikan bantuan dari APBD. Namun apakah sepenuhnya atau separuh, kita masih belum tahu. Tergantung dari kemampuan daerah,” sebut Dwi (*)
Penulis: */Faishal
Editor: Aspian Nur
* Berita/artikel ini sudah terbit di Koran Kaltim edisi cetak tanggal 10 Juni 2020
Rabu, 10/06/2020
Komisioner KPU Kota Samarinda Divisi Perencanaan Program, Data dan Informasi, Dwi Haryono
TERPOPULER