Sabtu, 16/05/2020
Sabtu, 16/05/2020
Tim terpadu secara rutin melakukan pemeriksaan terhadap warga yang keluar dan masuk kawasan Samarinda sebagai upaya pencegahan terhadap meluasnya pandemi Covid-19. ( Foto: Eta/korankaltimcom)
Sabtu, 16/05/2020

Tim terpadu secara rutin melakukan pemeriksaan terhadap warga yang keluar dan masuk kawasan Samarinda sebagai upaya pencegahan terhadap meluasnya pandemi Covid-19. ( Foto: Eta/korankaltimcom)
KORANKALTIM.COM, SAMARINDA - Status Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang tidak diajukan Pemkot Samarinda ke pemerintah pusat membuat arus keluar masuk Samarinda masih belum bisa dibendung sepenuhnya.
Hal ini disampaikan Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Samarinda, Hendra AH. Hendra mengatakan bahwa sampai saat ini belum ada pengendara kendaraan yang diminta putar balik.
Ia pun mengakui bahwa pengendara dari luar daerah pun masih diperbolehkan untuk masuk Samarinda. Pihaknya hanya melakukan imbauan persuasif kepada para pengendara.
“Susahnya itu, karena kan status kita tidak PSBB. Jadi, tidak bisa juga kita larang orang masuk Samarinda,” kata Hendra.
Meski begitu dipastikannya proses screening tetap dilakukan untuk memaksimalkan upaya pengetatan di pintu-pintu masuk menuju Samarinda.
Kata Hendra, pengendara yang hendak menuju Samarinda wajib melakukan cek suhu tubuh, dan menggunakan masker. Jika ternyata pengendara tersebut tak menggunakan masker, maka dipersilakan untuk terlebih dahulu mencari masker.
“Dari laporan petugas sih ada yang nggak pakai (masker). Itu kami suruh beli dulu,” ungkapnya.
Hendra pun memastikan bahwa pihaknya terus berjaga di tiap-tiap posko yang sudah ada. Setidaknya ada 5 posko yang sudah berdiri di pintu-pintu masuk menuju Samarinda. Namun, dijelaskan Hendra, saat ini posko yang ada tergabung dengan Operasi Ketupat Mahakam yang biasanya memang rutin dilakukan menjelang perayaan Hari Raya Idulfitri. Jadi, posko tersebut diisi oleh Kepolisian, TNI, dan instansi terkait seperti BPBD, Dinas Perhubungan (Dishub), Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan juga Dinas Kesehatan (Dinkes) Samarinda.
Kelima posko yang sudah dibangun berlokasi di Jalan HM Rifadin di UPTD Meteorologi, di daerah Loa Janan Ilir, Pintu Keluar Tol Balikpapan Samarinda, Jalan Pangeran Suryanata, dan Jalan Poros Bontang tepatnya di dekat Bandara APT Pranoto. Kelima posko tersebut menjadi lokasi check point dimana proses screening akan dilakukan di lokasi tersebut.
Penulis: */Permata S Rahayu
Editor: M. Huldi
* Berita/artikel ini sudah terbit di Koran Kaltim edisi cetak tanggal 16 Mei 2020
Sabtu, 16/05/2020
Tim terpadu secara rutin melakukan pemeriksaan terhadap warga yang keluar dan masuk kawasan Samarinda sebagai upaya pencegahan terhadap meluasnya pandemi Covid-19. ( Foto: Eta/korankaltimcom)
TERPOPULER