Senin, 11/05/2020

Mengadu Nasib, 700 Pendatang Jadi Penduduk PPU

Senin, 11/05/2020

Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Penajam Paser Utara, Suyanto

Share
Join Grup Telegram Koran Kaltim untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/+SsC4jer3I5syZWU1 atau klik tombol dibawah ini.

Grup Telegram Koran Kaltim

kemudian join. Anda harus instal aplikasi Telegram terlebih dahulu di ponsel.

Berita Terkait

Mengadu Nasib, 700 Pendatang Jadi Penduduk PPU

Senin, 11/05/2020

logo

Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Penajam Paser Utara, Suyanto

KORANKALTIM.COM, PENAJAM - Kurang lebih 700 orang tercatat sebagai penduduk baru Kabupaten Penajam Paser Utara sejak Januari hingga Mei tahun ini. Seluruhnya merupakan pendatang dari luar daerah.

Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Penajam Paser Utara, Suyanto mengatakan jumlah penduduk baru yang masuk lebih banyak jika dibanding warga yang meninggalkan kabupaten tersebut.

“Sejauh ini jumlah pendatang kurang lebih 700 orang, sementara yang keluar sekitar 300 orang saja,” ungkap Suyanto, Minggu kemarin (10/5/2020).

Mayoritas penduduk baru beralasan harus ikut keluarga maupun mendapatkan pekerjaan sehingga menjadi warga Benuo Taka. Sebagian besar dari pulau Jawa dan Sulawesi.

“Rata-rata usia usia produktif, kalau yang berkeluarga, palingan anaknya aja belum mengantongi KTP-el, usianya belum mencukupi ketentuan,” tuturnya.

Banyaknya penduduk luar yang masuk ke kabupaten ini terjadi semenjak Penajam Paser Utara dipilih sebagai Ibu Kota Negara (IKN) untuk menggantikan Jakarta.

“Berbondong-bondongnya warga itu mungkin juga efek keputusan yang ditetapkan oleh Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo,” tandasnya. (*)


Penulis: */Erwin

Editor: Hendra

* Berita/artikel ini sudah terbit di Koran Kaltim edisi cetak tanggal 11 Mei 2020 

Mengadu Nasib, 700 Pendatang Jadi Penduduk PPU

Senin, 11/05/2020

Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Penajam Paser Utara, Suyanto

Share

Berita Terkait