Sabtu, 09/05/2020
Sabtu, 09/05/2020
Ilustrasi PHK pekerja ( Foto: Ist/net)
Sabtu, 09/05/2020

Ilustrasi PHK pekerja ( Foto: Ist/net)
KORANKALTIM.COM, SAMARINDA - Roda perekonomian di Kaltim terus tergerus. Satu demi satu, sektor usaha mengurangi jumlah karyawan dengan mekanisme merumahkan, hingga Pemutusan Hubungan Kerja (PHK). Gelombang PHK ini, bahkan terjadi di bulan Mei, bulannya para pekerja.
Empat hari pasca peringatan hari buruh, catatan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kaltim, menunjukkan setidaknya 7.872 orang dirumahkan, dan 1.627 orang di Kaltim mendapat PHK.
Kepala Bidang Pembinaan Hubungan Industrial dan Jamsos Disnakertrans Kaltim Daeng Usman membeber, kejadian ini tak lepas dari dampak penyebaran Covid-19. “Catatan kami, Balikpapan yang terbesar, karena PHK banyak terjadi di segmen jasa dan industri,” kata Daeng Usman, dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Jumat (8/5).
Angka itu, kata Daeng kemungkinan akan terus bertambah. Mengingat pihaknya masih terus mendapatkan laporan dari kabupaten/kota. Sedianya, pemerintah tak berpangku tangan. Berbagai program digulirkan. Salah satunya, Kartu Prakerja. Kabid Pengembangan Tenaga Kerja, Dinaskertrans Kaltim, Sulistri Kawiyani menyebut, kini pihaknya juga telah menerima sejumlah penerima kartu pra kerja .
Dari data diterimanya, sektor Usaha Mikro Kecil dan Menangah (UMKM), jasa serta pertambangan batubara, paling banyak mengajukan. Musababnya, sektor tersebutlah, yang paling banyak mengalami PHK.
“Sudah ada 7.400 orang yang mendaftarkan diri. Baik dari pencari kerja, karyawan PHK dan yang dirumahkan. Serta dari pertambangan yang juga ikut terimbas akibat Covid-19 saat ini,” ungkapnya.
Penulis: */Rusdi
Editor: M. Huldi
*Berita/artikel ini sudah terbit di Koran Kaltim edisi cetak tanggal 09 Mei 2020
Sabtu, 09/05/2020
Ilustrasi PHK pekerja ( Foto: Ist/net)
TERPOPULER