Rabu, 06/05/2020
Rabu, 06/05/2020
Salah satu rumah warga yang mulai tergenang air akibat luapan air Sungai Mahakam yang terus meningkat beberapa hari terakhir. ( Foto: Istimewa )
Rabu, 06/05/2020

Salah satu rumah warga yang mulai tergenang air akibat luapan air Sungai Mahakam yang terus meningkat beberapa hari terakhir. ( Foto: Istimewa )
KORANKALTIM.COM, SENDAWAR - Air sungai Mahakam meluap hingga menggenangi beberapa perkampungan di Kutai Barat. Khususnya di Kecamatan Melak yang memang berada dekat sungai terbesar di Kalimantan Timur.
Meluapnya sungai Mahakam karena curah hujan cukup tinggi yang juga mengguyur di Kabupaten Mahakam Ulu. Sehingga warga Kelurahan Melak Ilir dan juga Kampung Benangaq merasakan dampaknya.
“Sudah dua hari ini air mulai naik, kemarin saja air sudah mencapai ketinggian lutut orang dewasa di Kelurahan Melak Ilir,” kata salah satu warga, Sari (32).
Situasi yang serupa dialami warga Kampung Muara Benangaq. Dikatakan oleh petinggi kampung, Ismawi, luapan air sungai sudah merendam jalan kampung dan sampai ke pelataran rumah.
“Sekarang seluruh aktivitas warga untuk keluar hanya bisa memakai perahu saja, kendaraan pun tidak bisa masuk karena akses masuk ke kampung juga tergenang air,” katanya, Selasa kemarin (5/5/2020).
Beruntung sejumlah bantuan sudah tersalurkan dan berjalan dalam minggu ini di Kampung Muara Benangaq. Mulai bantuan beras dari pemkab dan juga Dinas Sosial khusus dalam kondisi banjir ini.
Termasuk Bantuan Langsung Tunai (BLT) dari Dana Desa (DD) juga akan segera keluar untuk diberikan kepada masyarakat yang membutuhkan. “Pendataan harus benar benar cermat dan sesuai, karena bantuan ini haruslah tepat sasaran,” pungkasnya. (*)
Penulis: */MY Handayan
Editor: Hendra
*Berita/artikel ini sudah terbit di Koran Kaltim edisi cetak tanggal 06 Mei 2020
Rabu, 06/05/2020
Salah satu rumah warga yang mulai tergenang air akibat luapan air Sungai Mahakam yang terus meningkat beberapa hari terakhir. ( Foto: Istimewa )
TERPOPULER