Selasa, 28/04/2020
Selasa, 28/04/2020
Rapit test yang dilakukan terhadap petugas medis RSIB dinyatakan negatif. ( Foto: istimewa )
Selasa, 28/04/2020

Rapit test yang dilakukan terhadap petugas medis RSIB dinyatakan negatif. ( Foto: istimewa )
KORANKALTIM.COM, BONTANG – Uji cepat atau rapid test yang dilakukan kepada 55 tenaga kesehatan (nakes) di Rumah Sakit Islam Bontang (RSIB), seluruhnya dinyatakan negatif. Hal ini menepis anggapan banyak tenaga kesehatan yang terpapar Covid-19, lantaran menangani pasien PDP meninggal dunia yaitu bocah laki-laki berusia 8 tahun beberapa hari lalu;
Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni menjelaskan tes tidak diarahkan untuk menegakkan diagnosis, tapi bertujuan mendeteksi antibodi dalam tubuh, sementara itu antibodi dalam tubuh baru terbentuk enam sampai tujuh hari. Jadi, jika infeksi Covid-19 pada tubuh seseorang belum enam atau tujuh hari maka hasilnya akan negatif dan perlu diulang.
“Jika hasilnya negatif dan tanpa keluhan, orang tersebut tetap menjalankan protokol kesehatan dengan menjaga jarak, menggunakan masker dan PHBS. Jika hasil tesnya negatif namun kemudian mengalami gejala, maka ia akan disarankan untuk akses pelayanan kesehatan dan mendapatkan perlakukan sesuai kondisi,” ujar Neni.
Jika hasil rapid tes Covid-19 positif maka ini adalah petunjuk awal, tuntunan bagi petugas untuk melakukan pemeriksaan metode swab atau Polymerase Chain Reaction (PCR) dan menjadi dasar menegakan diagnosis atau konfirmasi kasus Covid -19.
Diagnosis hanya bisa ditegakkan dengan menggunakan metode PCR. Bontang mengirim spesimen ke Balai Besar Laboratorium Kesehatan Surabaya, Jawa Timur. Dengan demikian terbitnya hasil rapid tes positif tidak mengubah serta merta status seseorang dari OTG menjadi confirm positif.
Senin (27/4/2020) kemarin di Bontang Orang Tanpa Gejalan (OTG) tambah satu orang sehingga jumlah keseluruhan adalah 93 orang, dengan rincian 44 melakukan isolasi mandiri, lima orang isolasi di rumahs akit dan 44 melakukan karantina.
Sementara jumlah ODP bertambah lima orang, sehingga total ODP menjadi 86 kasus, dengan rincian 18 isolasi mandiri, tiga orang jalani rawat inap dan 65 orang selesai pemantauan.
Untuk status PDP tetap , yakni masih 11 orang dengan rincian 8 posit f, satu orang negatif, dua orang masih menunggu hasil lab dan satu orang meninggal. Sedangkan untuk jumlah terkonfirmasi positif ada sembilan kasus, satu orang telah sembuh. (*)
Penulis: */Cholisoh
Editor: Aspian Nur
*Berita/artikel ini sudah terbit di Koran Kaltim edisi cetak tanggal 28 April 2020
Selasa, 28/04/2020
Rapit test yang dilakukan terhadap petugas medis RSIB dinyatakan negatif. ( Foto: istimewa )
TERPOPULER