Dijelaskan, untuk kuantum penyaluran beras mencapai 192 ton pertiga bulan di 10 kecamatan pada tri wulan tiga, dengan Keluarga Penerima Manfaat (KPM) capai 4.268 atau setara dengan 64,20 kilo beras. “Penyaluran beras triwulan empat, kami perkirakan pada akhir Oktober dan paling lambat pertengahan November,” ujarnya.
Dia mengungkapkan, Untuk penyaluran raskin di triwulan pertama sudah dilakukan pada bulan Januari hingga Maret, triwulan kedua April hingga Juni, triwulan tiga Juli sampai September dan triwulan empat Oktober hingga Desember.
“Tapi paling cepat itu Oktober karena kalau SPA sudah keluar langsung kita salurkan, jadi selesai semua Dari januari hingga Desember,” ucapnya kepada Koran Kaltara.
Saat ditanyai apakah ada kendala terhadap untuk penyaluran, kata Okta, sapaan akrabnya, tidak ada. Semua berjalan dengan aman-aman saja, sebab penyaluran menggunakan sarana transportasi darat dan juga cuaca mendukung.
Disinggung dengan stok beras yang dimiliki Bulog, dia mengatakan, terakhir setelah penyaluran masih ada 209 ton beras yang berada di gudang penyimpanan, masih cukup untuk tiga bulan. Setelah itu baru kembali stok beras, namun tidak lama lagi diakuinya akan ada masuk beras sebanyak 300 ton.
“Jadi begitu mau tinggal 100 ton pasti diisi lagi 300 ton, yang penting stok beras di Gudang Bulog ada itu untuk kebutuhan minimal tiga bulan,” pungkasnya. (ike815)