“Tidak sempat saya selamatkan berkas itu. Bahkan barang-barang saya juga hilang,” ungkap Rudi Hartono saat dikonfirmasi media ini usai selamat dari kejadian itu.
Lebih lanjut, Rudi, karena hilangnya berkas tersebut, pihaknya terpaksa menunda untuk membawa berkas itu ke Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Gerindra dan harus membuat ulang kembali. Padahal, dalam waktu dekat, tahapan Pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota (Pilwali) Tarakan akan dimulai. “Mau tidak mau harus dibuat lagi. Karena berkas itu harus diserahkan ke DPD untuk proses tahapan selanjutnya sebelum dibawa ke DPP,” kata pria yang akrab disapa Rudi ini.
Pria yang juga merupakan anggota Komisi III DPRD Tarakan ini mengatakan bahwa, dirinya juga akan meminta kepada petugas yang berwajib untuk mengusut tuntas persoalan ini. Pasalnya, hal ini menyangkut keselamatan manusia. Apalagi, kecelakaan ini memakan korban jiwa. “Insiden ini harus diusut tuntas. Bahkan kami juga akan menuntut kepada pihak pengelola speedboat tersebut,” tegasnya.
Dilain sisi, Sekretaris DPD Gerindra Kaltara, Ibnu Saud menjelaskan, akibat insiden tersebut, banyak berkas penting yang harusnya diterima oleh DPD hari ini (selasa) tidak dapat diterima. Karena berkas-berkas itu hanyut setelah kejadian. “Rombongan saya dari DPC Tarakan menuju Tanjung Selor itu ada 7 orang. Diantaranya ada Ketua DPC, Sekretaris DPC, Ketua Tim Pilkada DPC Gerindra dan kader lainnya,” terangnya.
Menurutnya, ada beberapa dokumen yang dapat diprint ulang. Disamping itu, adapula beberapa dokumen penting seperti surat kesehatan, surat keterangan narkoba dan lainnya yang dikeluarkan oleh pihak lain. Sehingga, untuk membuat ulang semua itu, memerlukan waktu. “Intinya akan kita siapkan kembali dalam waktu dekat ini,” ujarnya. (mus217)