“Selama habis lebaran ini banyak sekali yang kita kerja. Bahkan, kita Sabtu itu harus ke kantor untuk kerja lagi meskti tutup. Beberapa hari ini semua karyawan Capil pulang sampai jam 06.30 sore. Karena banyak warga, dan itu bisa dilihat sendiri selama pasca lebaran hingga hari ini,” ungkap Kamelia kepada Koran Kaltara (18/7) kemarin.
Pertambahan penduduk yang terjadi, kata dia sebanyak 50 %. Namun dari pertambahan penduduk yang terjadi pasca lebaran di tahun 2017 rata-rata membawa surat pindah dari daerah asal.
“Harus bawa surat pindah, karena kalau tidak ada surat pindah dari kota asal, misalnya Jawa dikhawatirkan pendatang memiliki Nomor Induk Kependudukan (NIK) ganda. Ini yang akan sulit,” ungkapnya.
Selain itu, lanjutnya saat ditanya kebanyakan pendatang diakuinya adalah pekerja yang tidak tetap. Di mana kata dia, warga yang ini mencari kerja dan mengadu nasib di Bulungan, utamanya Tanjung Selor sebagai ibukota provinsi.
Kamelia juga memperkirakan, pertambahan jumlah penduduk berdasarkan data tahun sebelumnya. Di mana setiap lebaran atau pergantian tahun ajaran jumlah penduduk bertambah.
“Untuk faktor bertambahnya penduduk itu salah satunya untuk mencari kerja ya kemungkinan bertani. Ada juga dari daerah lain seperti KTT yang tidak memiliki Universitas maka dengan terpaksa jika ingin kuliah harus menetap di Bulungan,” pungkasnya. (ike815)