37 Desa di Bulungan Masih Tertinggal
1 menit baca867 kali dibaca

TANJUNG SELOR – Berdasarkan hasil pemutahiran data Indeks Desa Membangun (IDM) tahun 2017, dari Kementerian PPN/Bappenas, dari 74 desa di Bulungan 37 desa di antaranya masuk kategori tertinggal dan lima lainnya berkategori sangat tertinggal.
Sedangkan kategori desa maju baru tujuh desa, desa berkembang sebantak 25 desa, dan untuk desa mandiri masih belum ada alias nol,.
Hal ini disampaikan Wakil Bupati Bulungan Ingkong Ala, saat membuka Rapat Koordinasi (Rakor) pemerintahan desa se-Bulungan, Kamis (28/6).
“Bulungan masih ada desa dengan kategori sangat tertinggal, dan desa tertinggal. Nah, sehubungan dengan program prioritas pembangunan desa, tugas Pemda dalam hal ini Bulungan tentunya tidaklah ringan. Oleh karena itu, kita harus memacu percepatan pembangunan, pengentasan kemiskinan dengan bekerja keras untuk bisa mencapai peningkatan status desa menjadi desa yang berkembang, maju dan mandiri,” ujarnya.
Ditegaskannya, tugas mewujudkan program nasional tidaklah ringan, namun demikian tetap harus diselesaikan.
Menurutnya, aparat desa hendaknya berperan aktif dalam memajukan pembangunan di wilayah masing-masing, karena bersentuhan langsung dengan masyarakat.
“Para aparat desa hendaknya memiliki pemahaman yang matang serta kreativitas yang tajam tentang agenda pemerintahan yang akan diimplementasikannya, sebagai wujud dari aspirasi masyarakat yang dipimpinnya,” jelasnya.
Ditambahkannya, program prioritas pemberdayaan masyarakat desa harus diutamakan. Harapannya, desa berkategori sangat tertinggal dan tertinggal, bisa bergerak secara bertahap menjadi desa berkembang, maju dan mandiri.
“Kini desa tidak saja menjadi obyek sasaran pembangunan, tetapi menjadi subyek atau pelaku yang berperan aktif dalam menggerakkan pembangunan di tingkat desa. Saya mengingatkan kepada para kepala desa dalam menjalankan tugas, agar benar-benar mengayomi masyarakat, dan juga penting bagaimana desa bisa maju dan berkembang tidak lagi tertinggal. Dan terpenting adalah bagaimana pemerataan pembangunan guna mewujudkan program nasional dan daerah,” tandasnya. (an)










