Menurut dia, warga mengeluh karena jalan tersebut menjadi akses utama ribuan warga Apo Kayan untuk berbagai kepentingan. Termasuk akses para pihak yang sedang melakukan pekerjaan-pekerjaan pembangunan di wilayah Apo Kayan.
“Sekarang yang masyarakat keluhkan yaitu jalan negara yang di bangun di perbatasan Apo Kayan mulai dari Long Bagun Sungai Boh menuju Long Ampung, Long Nawang, dan Data Dian (Kayan Hulu, Selatan, dan Hilir),” tandasnya.
Tuntutan masyarakat di sana sekarang, kata dia, pemerintah segera melakukan perbaikan pada ruas jalan tersebut. Terutama bagian jalan yang rusak. “Termasuk pembangunan jembatan-jembatan di sana,” kata dia.
Dia menyampaikan bahwa sejumlah jembatan kayu warisan perusahaan yang menyambungkan jalan tersebut juga sudah banyak mengalami kerusakan. Beberapa jembatan bahkan sudah ambruk. Sebagian sudah putus dan tak lagi memiliki jembatan. “Kalau airnya kecil ya bisa dilewati. Kalau besar tunggulah sampai mobil bisa lewat,” ucap dia.
Menurut dia, memburuknya kondisi jalan perbatasan itu, karena kondisi jalan tersebut masih berupa tanah. Sejak beberapa bulan lalu, kondisi jalan poros perbatasan tersebut sudah mengalami kerusakan. Terlebih pada saat musim hujan. Kerusakan akan bertambah dan titik yang sudah rusak akan semakin parah.
“Pada titik terparah kendaraan kerap kali terjebak, tertanam di lumpur sehingga untuk bisa lolos harus ditarik kendaraan lain atau ditarik para penumpang. Beberapa titik yang sangat parah antara lain KM 42, KM 39, KM 36, KM 32, KM 19 dan sejumlah titik lainnya. Di titik-titk tersebut, mobil bisa tertanam,” ungkapnya.
Dia menyampaikan bahwa perbaikan jalan dan pembangunan sejumlah jembatan itulah yang sekarang disuarakan masyarakat Apo Kayan. Perbaikan dalam jangka pendek diharapkan segera dilakukan pemeritah agar jalan negara tersebut dapat dilalui dengan lebih mudah.
“Selanjutnya peningkatan kualitas jalan dengan pengaspalan untuk jangka panjangnya. Lalu, pembangunan jembatan pada sejumlah titik yang ada di sepanjang jalan nasional tersebut,” katanya. (Wh)