“Sekarang ini perkembangan daerah juga mempengaruhi pertumbuhan penduduk, dan mau tidak mau kesehatan bagian dari kebutuhan dasar masyarakat menjadi urgen agar pelayanannya maksimal. Nah melalui DAK, kita alhamdulillah dapat bantuan. Sebab kalau hanya mengharap di APBD anggaran kita kecil,” ujarnya.
Dijelaskannya, dari Rp20 miliar tersebut, penggunaannya Rp 6 miliar diantaranya untuk kegiatan fisik berupa perbaikan kecil-kecilan yang bisa digunakan oleh sekitar 12 Puskesmas yang ada di 10 kecamatan di Bulungan. Sementara sisanya Rp14 milar bisa digunakan untuk kegiatan operasional Puskesmas.
“Semua Puskesmas bakal dapat dari anggaran itu. Nantinya dibagi-bagi, tapi intinya jika dapat bantuan seperti ini. Bukan hanya keuangannya, tapi bagaimana pelayanan kita ditingkatkan karena itu menjadi tuntutan masyarakat juga,” kata Budi.
Sejauh ini diketahui bersama sejumlah pelayanan publik di daerah selalu menjadi tuntutan masyarakat agar mampu memberikan yang terbaik dari berbagai bidang. Baik pendidikan, kesehatan dan pemenuhan kebutuhan dasar lainnya oleh pemerintah.
“Saya juga tekankan kepada seluruh puskemas nantinya dengan mendapat bantuan itu, mampu menjawab harapan masyarakat. Memberikan pelayanan kesehatan yang maksimal, gunakan anggaran sesuai ketentuan dan yang terpenting jangan sampai ada masyarakat tidak bisa berobat karena tidak memiliki dana. Kita pastikan harus mengutamakan pelayanan,” pungkasnya. (an)