Budi mengatakan, sudah berupaya mencari bantuan baik dari provinsi maupun ke pusat. Beberapa waktu lalu ia sudah meminta bantuan kepada Gubernur Kaltara untuk mendapatkan bantuan keuangan (bankeu) agar bisa membeli alat kesehatan.
“Banyak dokter spesialis yang mau datang, misalnya yang sudah ada sekarang spesialis jantung. Kalau tidak dibantu alat kan sama saja dengan dokter umum. Begitu juga dokter bedah tulang, mau datang tahun depan. Kalau yang ada sekarang hanya alat untuk bedah umum saja,” katanya pada Koran Kaltara.
Selain untuk RSD Tanjung Selor, Budi menerangkan, pihaknya juga masih kekurangan alat untuk Palang Merah Indonesia (PMI) Tanjung Selor. Khususnya alat pemisah sel darah putih dan darah merah untuk penderita DBD. “Itu juga sangat dibutuhkan, makanya semoga bisa ada yang gol, dari DAK atau provinsi,” ucapnya.
sedangkan, RSD Soemarno Sosroatmodjo masih butuh pembangunan gedung baru untuk penempatan alat cuci darah. Karena alat yang sudah datang, tidak dapat difungsikan.
Alat ini mendesak difung-sikan, karena selama ini, warga harus ke Tarakan untuk melakukan cuci darah. Sehingga bagi warga yang kurang mampu, hal tersebut sangat memberatkan. “Wa-laupun biaya cuci darahnya ditangggung BPJS, uang transportasi dan akomodasi lumayan besar kalau ke Tara-kan, dan itu tidak ditanggung. Kasihan warga yang kurang mampu harus ke sana dulu,” kata Budi.
Saat ini RSD Soemarno Sosroatmodjo juga sedang berupaya untuk menaikkan kualifikasi rumah sakit dari tipe C ke tipe B. Salah satunya, dengan menambah beberapa dokter spesialis. Sekarang dokter spesialis 4 dasar sudah ada yakni anak, kandungan, penyakit dalam dan bedah. (ike815)