Gandeng Swasta, Pemprov Bangun Jalan Senilai Rp 2 T
2 menit baca4.254 kali dibaca
SAMARINDA - Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak mengklaim telah melakukan terobosan dalam hal pembangunan, dengan metode Public Privat Peartnership (PPP) yakni kerjasama antara pemerintah dan pihak swasta dengan tujuan untuk mendapatkan dana tambahan dan atau sarana yang didapat dari imbas eksplorasi pihak swasta. Bekerjasama dengan PT Bayan Resources, Pemprov membangun sepanjang 160 kilometer jalan yang menghubungkan 3 kabupaten yakni Kutai Timur (Kutim), Kutai Barat (Kubar) dan Kutai Kartanegara (Kukar). Jalan tersebut digadang bakal membuka keterisolasian wilayah yang ada di 3 kabupaten tersebut.
“Saya tentu senang, dengan pola PPP saya bisa membangun jalan 160 kilometer kerjasama PT Bayan. Jadi jalan itu tidak hanya untuk tambang, tapi juga Cruide Palm Oil (CPO) atau minyak kelapa sawit, dan juga akses masyarakat dari Muara Pahu, Kubar sampai Tabang di Kukar. Dari Tabang nanti kita bangun lagi kereta api ke kawasan ekonomi khusus (KEK) Maloy Kutim, sehingga konektivitas antar wilayah terwujud, dan kerjasama saya dengan Rusia (pembangunan kereta api borneo) pun jalan,” ujar Awang usai melakukan groundbreaking dan penandatanganan nota kesepahaman dengan PT Bayan Resources di KM 67 Tabang Kukar, Kamis (7/9) lalu.










