Sekretaris Kota Samarinda H Sugeng Chairuddin sudah menandatangani surat pemberitahuan kepada warga yang rumahnya bakal dibongkar Selasa (25/6/2019) sore kemarin. Pembongkaran puluhan rumah di aliran DAS itu merupakan kesepakatan dalam rapat koordinasi Pemkot Samarinda bersama Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kaltim pada Senin pekan lalu. “Kami sudah sepakat, untuk permasalahan sosial menjadi tanggung jawab kami (Pemkot Samarinda), sedangkan pengerjaan pengerukannya diambil Pemprov Kaltim,” kata Sugeng.
Dalam surat itu, warga diminta untuk meninggalkan kawasan itu secara permanen, namun belum dipastikan mulai kapan kawasan itu harus dikosongkan. Pemkot Samarinda akan kembali berkoordinasi dengan Pemprov Kaltim selaku pihak yang mengerjakan proyek pengerukan SKM dan Badan Wilayah Sungai (BWS) III Kaltim terkait estimasi waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan proyek tersebut.
Pun dengan ganti rugi. Sugeng belum bisa memastikan. Lagi pula, sebagian besar warga di kawasan DAS itu mendirikan bangunan tanpa izin.
Rabu hari ini, akan dilakukan pertemuan dengan pihak-pihak terkait di Balikpapan membahas seputar relokasi tersebut. “Kami bicarakan dengan pihak terkait. Kalau memang harus diberikan ganti rugi, maka kita siapkan dana. Tapi kalau tidak ada, ya santunan atau dana kerahiman saja. Seperti pada segmen perniagaan lalu,” imbuh Sugeng.
Sebagian besar penanganan banjir di Samarinda diambil alih oleh Pemprov Kaltim dengan menganggarkan dana APBD Perubahan dan Bantuan Keuangan. Tak tanggung-tanggung, untuk tahun ini ada sekitar Rp100 miliar yang disiapkan guna menyelesaikan sejumlah solusi jangka pendek yang sudah dirumuskan pada rapat beberapa waktu lalu.
Solusi tersebut di antaranya ialah pembangunan kolam retensi di belakang GOR Sempaja. Kolam tersebut dibangun di atas lahan Pemprov Kaltim dan mulai dikerjakan hari ini oleh BWS III Kaltim. Sejumlah alat berat dan pekerja pun sudah nampak di lokasi tersebut. Solusi jangka pendek lain adalah dengan kembali memfungsikan anak sungai Talang Sari yang mengalir di sepanjang Jl DI Pandjaitan dan Jl Pemuda. (*)
Penulis: */ Permata S Rahayu
Editor: Aspian Nur