Bukit Soeharto memiliki luas lahan 64 ribu hektare. Namun, masih bisa diperluas ke arah barat seluas 85 ribu hektare dan timur 63 ribu hektare. Bila dijumlah, total lahan yang berpotensi untuk dipakai seluas 212 ribu haktare.
“Suasananya juga bagus sekali, kawasan ini juga berada di atas ketinggian permukaan laut,” ucap Isran.
Kaltim, kata Isran, juga merupakan wilayah yang jauh dari potensi bencana alam karena tak masuk dalam area cincin api (ring of fire). Lalu, fasilitas listrik juga sudah siap menampung kesibukan pemerintah pusat nantinya.
“Listrik juga aman karena Kalimantan ini kan daerah minyak dan gas, semua fasilitas sudah aman,” tegas Isran.
Namun, kata Isran, desain kota pemerintahan baru harus dilakukan secara cermat dan detail. Ia menyarankan penggunaan tenaga ahli internasional yang paham tata ruang kota.
Presiden sudah meninjau kawasan Bukit Soeharto yang dianggap pantas menjadi calon ibu kota baru pada Selasa (7/5) lalu.
Presiden menilai Bukit Soeharto sebagai tempat yang tepat. Berada di tengah-tengah Tol Balikpapan-Samarinda dan kedua kota itu telah dilengkapi airport serta pelabuhan. Bukit Soeharto bisa menghembat biaya pembangunan ibu kota baru.
“Tapi ‘kan kajian tidak hanya infrastruktur, namun sosiologisnya dan kajian sosial politik ,” ungkap Jokowi.
Dalam waktu dekat, akan ada tim khusus yang diutus Presiden untuk mengkaji lebih dalam kelaikan Bukit Soeharto untuk menjadi ibu kota. (*)