Sedangkan satu TPS tambahan di Rig Migas Chevron Indonesia Company di laut lepas Desa Semangkok, Kecamatan Marangkayu, dari 71 pemilih hanya 34 orang yang menggunakan hak pilihnya atau 50,1 persen.
Ketua KPU Kukar, Erliando Saputra mengatakan, kurangnya partisipasi warga ini dipengaruhi karena jam kerja di delapan TPS tersebut. Khusus di Rig Chevron, ada shift kerja sehingga banyak pemilih tidak ada di lokasi rig ketika waktunya mencoblos.
Begitu pula di Tabang, karena daerah perkebunan maka banyak yang tidak datang karena bekerja. “Intinya kami sudah berusaha memfasilitasi tapi memang namanya di rig ada shift kerja ya. Mungkin pada 17 April itu mereka ada tapi saat pemilu susulan mereka tidak kerja,” ungkapnya.
Namun, kata dia, pelaksanaan pemilu susulan ini berlangsung aman dan lancar. Termasuk pendistribusian surat suara yang meski medannya sulit namun sampai ke delapan TPS tambahan tersebut.
“Untuk menuju TPS di Rig Chevron itu, perlu waktu sekitar dua jam atau jarak tempuh di laut sepanjang 60 kilometer yang berangkat dari Pelabuhan Kok Tuan, Bontang. Namun semua logistik baik surat suara dan kotak sampai dengan aman dan pelaksanaan pemilu juga berjalan lancar sejauh ini,” ungkapnya.
Selanjutnya, setelah pemungutan surat suara maka dilanjutkan dengan rekapitulasi di KPPS dan berlanjut ke rekapitulasi PPK di kecamatan. “Rata-rata pemilih pindahan ini beda kecamatan, beda kabupaten dan beda provinsi. Mereka ada yang berasal dari Jawa dan Sulawesi,” jelasnya.
Ketua Bawaslu Kukar, Rahman mengaku pengawasan pemilu susulan khususnya di Tabang berlangsung aman meski medannya menuju TPS cukup sulit dijangkau.
Namun, Bawaslu Kukar bersama Bawaslu Kaltim tetap melakukan pengawasan pemilu susulan di ujung Kabupaten Kukar tersebut.
“Alhamdulillah sejauh ini aman, memang banyak warga yang belum menyalurkan hak pilihnya karena mereka bekerja, tapi proses pemilihan aman,” terangnya.
Penulis: */ amin
Editor: M.Huldi