Proses evakuasi berjalan selama sekitar dua jam. Pesut dewasa ini harus diangkut ke atas perahu. Satwa yang dilindungi ini tidak bisa keluar dengan sendiri ke Mahakam karena kondisi air Danau Melintang yang surut. “Pesut ini awalnya ditemukan di Danau Melintang. Di situ ada area sekitar 1 hektare dengan kedalaman air sekitar 1 meter. Pesutnya terjebak di sana sehingga harus dievakuasi untuk keluar,” beber Arianto.
Pesut awalnya ditemukan nelayan saat hendak mencari ikan pada Senin (4/3) kemarin. Nelayan yang bertemu satwa yang dilindungi karena terancam punah ini langsung berkoordinasi dengan pemerintah setempat dan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kaltim untuk dilakukan evakuasi. “Pesut itu tidak bisa keluar. Warga juga enggak mau ambil resiko langsung memindahkan. Makanya kita hubungi BKSDA Kaltim untuk bersama melakukan evakuasi,” tegasnya.
Binatang langka ini diduga terjebak saat mencari ikan di Danau Melintang. Sebab beberapa pekan lalu, kondisi air Danau Melintang cukup tinggi. Namun, ketika memasuki musim kemarau, dan membuat pesut tersebut terjebak dan tidak bisa keluar. Saat ditemukan, pesut itu hanya bertahan di kawasan dengan kondisi air setinggi 1 meter. Evakuasi kemarin melibatkan sekitar 30 orang, di antaranya Danielle Kreb dan rekannya dari Yayasan Rasi, serta nelayan dan warga setempat. Setelah berhasil ditangkap, pesut itu kemudian dinaikkan ke perahu dan segera dilepaskan kembali ke Sungai Mahakam. “Kalau seingat saya, pesut itu dilepas saat zuhur,” kata Arianto.
Menurutnya, kejadian ini merupakan yang pertama kalinya di Muara Wis. Namun, memang kawasan Danau Melintang merupakan habitat pesut Mahakam. Kemudian warga juga kerap melihat gerombolan pesut berenang dan mencari makan di sekitar Danau Melintang dan Sungai Mahakam.
Penulis :*/amin
Editor : muh.huldi