“Keinginan Pak Gubernur naker lokal dipakai Pertamina sudah dituangkan dalam perjanjian tertulis dan diketahui Kemenaker. Jadi, saya yakin akan komitmen Pertamina,” kata Meiliana usai menyerahkan SK Gubernur Kaltim Nomor:563/K.358/2018, tanggal 12 Juli 2018 tentang Hasil Lulus Rekreruitmen dan Seleksi Peserta untuk Pelatihan Calon Naker Bidang Kesehatan, Keamanan dan Lingkungan Proyek Up Grading Kilang Minyak Balikpapan Tahun 2018 sebanyak 960 orang kepada para Kepala Dinas Tenaga Kerja kabupaten/kota se-Kaltim di Samarinda, Selasa (24/7).
Ia menjelaskan, dari 25 ribu tenaga kerja yang diperlukan Pertamina, terbagi atas tenaga kerja pendukung 10.000 orang dan tenaga kerja terlatih sebanyak 15.000 orang.
“Dari 15.000 tenaga kerja terlatih itu, sebanyak 3.000 orang dilatih PT Pertamina, Kemenaker dan Pemprov Kaltim. Kemudian sebanyak 2.000 orang dilatih oleh Pertamina. Sedangkan 10.000 orang tenaga kerja terlatih dipasok oleh kontraktor Pertamina,” katanya.
Sementara itu, Kepala Disnakertrans Kaltim Abu Helmi mengatakan meski ada komitmen Pertamina, tak serta-merta 960 orang tersebut akan direkrut. Karena masih ada proses seleksi lanjutan. Yang pasti, kata dia untuk persiapan 960 orang yang sudah disahkan Gubernur Kaltim adalah hasil seleksi dari seluruh kabupaten/kota se-Kaltim melalui Disnaker masing-masing secara bertahap akan mengikuti pelatihan di BLK Balikpapan dan Samarinda.
Tahap I pelatihan dimulai 30 Juli.
Untuk diketahui, 960 orang yang lulus merupakan peserta yang akan menjadi calon pekerja dibidang Health, Safety and Environtment (HSE).(rs)