Pemilihan Rektor Unmul (2), Perkuat Sumber Daya dan Tata Kelola Kampus
2 menit baca1.524 kali dibaca

MENJADI satu-satunya peserta dalam Pemilihan Rektor Universitas Mulawarman (Unmul) yang lolos masuk dalam tiga besar calon, yang berasal dari fakultas eksakta, Prof Laode Rijai tetap optimis
DEKAN Fakultas Fermasi ini, bahkan mengaku sudah memprediksi bahwa dirinya akan masuk dalam tiga besar, setelah voting oleh anggota senat.
Ditanya apa yang akan dilakukan, jika terpilih menjadi Rektor Kampus Gunung Kelua Laode mengaku sudah menyiapkan sejumlah program dengan visi “Mewujudkan Sumber Daya dan Tata Kelola yang Kuat untuk Menjadi Perguruan Tinggi yang Mandiri, Berdaya Saing, Bereputasi Internasional dengan Keunggulan pada Pengetahuan Berwawasan Lingkungan”.
“Tujuan Perguruan Tinggi kan jelas, yaitu menghasilkan produk berupa lulusan serta karya keilmuan yang berkualitas dan berdaya saing. Maka penguatan sumber daya dan tata kelola pada Perguruan Tinggi adalah hal yang wajib,” ujarnya.
Untuk melakukan penguatan terhadap sumber daya, ia sudah menyiapkan setidaknya 16 program yang dapat dilakukan. Mulai dari penguatan program studi, pembentukan sumber pendapatan berbasis sumber belajar, perencanaan pembangunan gedung kampus baru, peningkatan kualifikasi dosen ke doktor, hingga pembukaan kelas internasional.
“Tentu ada program yang sudah ada dan berjalan saat ini. Nah, yang akan saya lakukan adalah dalam rangka penguatannya. Misalnya, pembentukan kelompok ilmiah, kan saat ini sudah ada. Tapi kita perlu meningkatkan yang mana yang sekiranya belum dan ternayta potensial,” paparnya.
Sementara dari segi tata kelola, ia mengaku akan fokus melakukan penguatan pada penataan manajemen mutu berbasis ISO. Selain itu, sistem pengadaan barang dan jasa yang terbuka juga diakuinya amat penting. “Supaya terbebas dari praktik korupsi,” tukasnya.
Pemberian reward kepada dosen yang memiliki karya ilmiah bereputasi terindeks juga masuk dalam program prioritasnya. “Tapi di awal akan kita wajibkan dahulu, bahwa setiap dosen wajib punya penelitian setiap tahun,” katanya.
Pendidikan karakter berorientasi pencegahan paham radikal, juga menjadi perhatiannya. Selanjutnya, penelusuran terhadap mahasiswa yang potensial, juga akan dilakukan yang kemudian diproyeksikan menjadi dosen. “Tentu kita akan punya kebanggaan tersendiri ketika ada mahasiswa kita yang bisa mengajar di kampus sendiri,” ungkapnya. (rs)










