Penerbangan Samarinda-Surabaya, Juanda Masih Carikan Slot
1 menit baca3.162 kali dibaca

SAMARINDA – Keinginan Pemprov Kaltim agar bandara APT Pranoto bisa melayani penerbangan ke Surabaya masih diupayakan.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kaltim, Salman Lumoindong mengatakan upaya itu masih butuh waktu panjang. Saat ini, pemprov melalui Unit Pelaksana Bandar Udara (UPBU) masih mengupayakan slot penerbangan ke Bandara Juanda, Surabaya. Sayangnya pihak bandara Juanda belum bisa menyetui. “Dari Juanda belum bisa memberikan slot. Masih dicarikan slot,” kata Salman, kemarin.
Padahal upaya mencarikan slot penerbangan menuju Samarinda, lanjutnya, sudah dilakukan sejak Mei lalu. Meskipun sebelumnya Kementerian Perhubungan melalui Dirjen Udara menyetui izin penerbangan tersebut.
Izin itu tertuang melalui surat bernomor AU.004/1515/APT.2018 yang isinya menyetujui enam slot penerbangan. Di antaranya jurusan Samarinda-Surabaya, Samarinda-Makassar, dan Samarinda-Berau. Namun untuk izin terbang belum.
Sembari menunggu izin terbang tersebut, pihaknya kini tengah mengebut pengerjaan shoulder runway sepanjang 250 meter. Ya, panjang lintasan runway yang digunakan saat ini adalah 2.250 meter. Dengan panjang lintasan tersebut hanya pesawat jenis ATR-72 yang bisa lepas landas.
Anggaran yang dibutuhkan untuk shoulder runway tersebut diperkirakan mencapai ratusan miliar. “Insya Allah bulan depan (Agustus) shoulder sudah selesai,” tukasnya. Jika shoulder selesai, maka panjang lintasan akan bertambah menjadi 2.500 meter.
Dengan panjang lintasan tersebut diharapkan bisa digunakan pesawat jenis Boeing untuk lepas landas. Kata Salman, hal itu menjadi tujuan dari pembangunan bandara. “Kalau Boeing masuk, Garuda bisa bisa masuk juga di APT Pranoto,” sambung dia.
Untuk maskapai Garuda sendiri saat ini sudah mengajukan proposal kepada Kementerian Perhubungan untuk meminta slot tujuan penerbangan. “Proposalnya untuk tujuan Jakarta-Samarinda,” ungkapnya.
Kepala UPBU APT Pranoto, Wahyu Siswoyo mengatakan slot penerbangan Samarinda-Surabaya masih diupayakan. Kendala saat ini adalah jadwal penerbangan yang terganjal di Bandara Juanda. “Untuk penerbangan sore yang belum bisa. Kalau jadwal penerbangan pagi enggak ada masalah,” kata Wahyu.(rs)










