RM Tahu Sumedang Alami Kerugian, 170 Karyawan Terpaksa Dirumahkan
1 menit baca725 kali dibaca

SAMARINDA – Pasca-penutupan yang dilakukan Pemerintah Provinsi Kaltim melalui Dinas Kehutanan, manajemen Rumah Makan (RM) Tahu Sumedang mengaku mengalami kerugian.
Perwakilan RM Tahu Sumedang Tasdik Abdurahamn tak detail menyebut angka pasti berapa kerugian yang diderita pihaknya, namun ia mengatakan secara kasat mata tentu dapat disaksikan, karena sudah tak beroperasi tentu ada kerugian.
“Selain itu kan kami punya sekitar 170 orang karyawan, dan sekarang mereka dirumahkan,” ujarnya dikonfirmasi melalui sambungan telpon, kemarin. Meski mengaku rugi, namun ia mengatakan pihaknya yang mewakili setidaknya 40 unit warung, tetap berupaya mengikuti aturan.
“Ya kita kan patuh terhadap aturan, sesuai arahan Pak Kepala Dinas Kehutanan, harus tutup ya kami tutup,” tukasnya.
Namun demikian, ia mengaku saat ini pihaknya tengah dalam proses mengurus perizinan seperti yang disyaratkan Pemprov Kaltim, apabila mereka ingin tetap beroperasi.
Ia juga mengaku mendapatkian pendampingan dari Dinas Kehutanan, khususnya dari UPTD Taman Hutan Raya (Tahura). “Kami urus izin, kami juga membuat forum. Kami menunggu dari dinas perizinan besok (hari ini, Red) kami mau mengadakan penyerahan syarat,” paparnya.
Sementara itu, ia memastikan bahwa tidak ada kegiatan apapun di lokasi RM Tahu Sumedang. Begitu pula dengan nasib para karyawan. Ia berharap segera ada kepastian. (rs/sn318)










