“Sekitar tiga minggu puasa lalu kami sudah memfasilitasi warga dan tokoh Muara Badak bertemu dengan Pertamina serta SKK Migas Kalimantan Sulawesi (Kalsul), intinya tuntutan warga sama dengan harapan kami,” kata Plt Bupati Kukar, Edi Damansyah.
Menurutnya, ada beberapa tuntutan warga. Pertama, Pertamina Hulu Sangasanga harus membangun perumahan di Muara Badak untuk pekerjanya sehingga Muara Badak bisa berkembang. Pasalnya berkaca 50 tahun Blok Sangasanga dikelolah Vico, tidak ada bertinggal di Muara Badak.
“Kita bercontoh Balikpapan kenapa berkembang pesat karena di sana ada perumahan Pertamina. Kenapa Bontang berkembang pesat karena ada perumahan PKT, LNG dan perusahaan lain tinggal di sana. Berkaca 50 tahun lampau kami minta pengelola Blok Sangasanga membangun perumahan karyawan di Muara Badak,” jelasnya.
Tujuannya agar Muara Badak berkembang dan sektor perekonomian warga bisa bangkit. Kedua adalah pengelola Blok Sangasanga memprioritaskan warga lokal karena sudah memiliki pengalaman bekerja di Vico selama 30 tahun lamanya.
Namun selama ini, warga tidak bekerja sebagai karyawan Vico Indonesia namun hanya menjadi tenaga kontrak di kontraktor Vico. Ke depan, warga Muara Badak harus dibukakan peluang menjadi karyawan Vico Indonesia sehinga perekonimian warga bisa berkembang.
“Dari data yang saya baca, pengalaman bekerja warga Muara Badak di Vico itu ada 10 tahun bahkan 30 tahun, artinya memiliki kemampuan sehingga tidak perlu mengambil karyawan dari luar Kukar atau Kalimantan,” tegasnya.
Tuntutan ketiga adalah memprioritaskan produk lokal dan tidak buru-buru mengambil dari luar Kalimantan. Pasalnya seperti di Anggana, ikan bawal saja didatangkan dari Jawa, tapi di sini ikan itu banyak.
“Seperti buah semangka banyak didatangkan dari luar, padahal ada di Anggana. Secara kesegaran jelas menang di Anggana, hanya beda bungkusan saja. Hal-hal seperti itu harus diutamakan dari Kukar untuk peningkatan kesejahteraan warga,” terangnya. (ami)