Ia menyebut, komoditas daging cukup fluktuatif harganya, khususnya di pasar tradisional. “Karena ini komoditi yang berubah-ubah, daging sapi akan ditambah dengan daging kerbau 20 ton, kemarin sudah disetujui untuk impornya,” paparnya.
Sementara untuk barang kebutuhan pokok penting (bapokting) lainnya, Fuad memastikan ketersediaannya cukup, bahkan bisa melebihi kebutuhan. “Sebenarnya kebutuhan selama Ramadan, itu lebih dari cukup. Karena kebutuhan stok sebulan, kami sediakan sampai 4 bulan. Baik itu beras, kedelai, jagung dan bumbu bawang merah dan putih. Produk industri minyak goreng gula, bahan pokok juga menjadi perhatian kita,” tukasnya.
Sementara untuk bawang merah yang beberapa waktu lalu terpantau berada di kisaran Rp40 ribu perkilogram, kini sudah turun. “Nah tadi sudah Rp30 ribu. Padahal target kami menurunkan sampai Rp32 ribu. Jadi sudah di bawah target. Kalau bawang putih tidak masalah,” katanya.
Seperti diberitakan, Hari pertama puasa, Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Pasar Segiri Samarinda, Kamis (17/5) pagi.
Ia mengatakan, ketersediaan barang kebutuhan selama Ramadan yang terpantau di Pasar Segiri Samarinda, sebagai pasar tradisional yang menjadi pasar pantau terbesar di Kaltim, mencukupi.
Walaupun diakuinya ada beberapa yang mengalami kenaikan. “Stok cukup, kalau ketersediaan stabil, pedagang tak boleh naikkan harga sesukanya. Tadi memang ada kenaikan harga telur. Itupun, karena semua pasokannya dari luar dari Surabaya. Cabai tidak ada kenaikan. Saya harapkan selama Ramadan sampai Idul Fitri tidak ada kenaikan harga. Sehingga tidak memberatkan masyarakat,” ungkapnya. (rs)