Gubernur Resmikan Empat Rumah Sakit di Mahulu
2 menit baca1.402 kali dibaca

SAMARINDA - Gubernur Kaltim, Awang Faroek Ishak dijadwalkan akan meresmikan sebanyak 4 rumah sakit di Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu). Peresmian rumah sakit ini menjadi rangkaian kegiatan gubernur dalam lawatannya ke kabupaten yang berbatasan dengan Malaysia.
Setelah meresmikan empat rumah sakit, Awang Faroek menjanjikan akan membangun kembali Jembatan Tiong Ohang di Kabupaten Mahulu.
Jelang akhir masa kepemimpinannya, Awang Faroek menggenjot pembangunan infrastruktur di kawasan perbatasan. Kamis (3/5), gubernur bersama rombongan bertolak ke kabupaten termuda itu.
“Hari ini, saya melaksanakan kunjungan kerja ke Mahakam Ulu, meresmikan beberapa poroyek, yang pertama kami meresmikan rumah sakit. Ada empat rumah sakit di Ujoh Bilang, Long Bagun, Datah Dawai dan Long Apari,” ujarnya, kemarin.
Secara umum, kata Awang rumah sakit sudah bisa melayani masyarakat, karena gedung, mebeuler hingga perkakas medikal sudah rampung. Tapi sayang, rumah sakit yang tadinya digadang jadi rumah sakit pratama, tak bisa terwujud. “Seharusnya Rumah Sakit Pratama yang kami bangun itu ada dokter spesialisnya, tapi kami belum bisa merekrut dokter spesialis untuk bertugas di perbatasan. Makanya sekarang dalam program Beasiswa Kaltim Cemerlang menghasilkan dokter spesialis dengan sayarat mau ditempatkan di perbatasan. Kebutuhan, ya banyak, puluhan dokter,”urainya.
Ia bahkan, mengimingi dokter yang bersedia bertugas di sana akan diberi insentif khusus dari Pemprov Kaltim.
Infrastruktur tanpa aksesbilitas, juga nampaknya sia-sia. Karenanya, Awang memastikan jaringan komunikasi, hingga layanan air bersih tersedia.
Setelah rumah sakit Awang Faroek menjanjikan dibangunnya kembali Jembatan Tiong Ohang, yang menghubungkan Long Apari ke Tiong Ohang hingga ke Long Bu’u.
“Jembatan itu sudah lama sudah tidak layak lagi, kami ganti dengan yang lebih permanen,” ucapnya.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kaltim, Taufik Fauzi menjelaskan jembatan yang dimaksud Awang adalah jembatan gantung, dengan lebar lebih 3 meter dan panjang mencapai 120 meter.
“Jembatan di Long Apari sudah kontrak nilainya Rp12 miliar dari APBN, itu jembatan gantung Tiong Ohang bisa dilewati roda 4, mudahan 2018 sudah selesai,” paparnya. (rs)










