Dengan kondisi itu justru yang ada sekarang malah terbit Peraturan Presiden 20/2018, sontak viral. Dibagikan dalam bentuk video editan dengan narasi googlevoice, aksara PDF, sampai pidato-pidato singkat aktivis buruh.
Koran Kaltim, berkesempatan mencatat harapan Ketua Serikat Buruh Seluruh Indonesia (SBSI) perwakilan Kaltim Amir P Ali. Pria gempal ini tak takut dibilang typical.
“Kami minta pemerintah bentuk tim investigasi memantau penerapan UMP (Upah Minimum Provinsi) maupun UMK (Upah Minimum Kota) di setiap perusahaan,” ujar Amir.
Hingga kini, diakuinya masih banyak perusahaan yang tidak memberikan upah sesuai UMP maupun UMK. “Harapan kami dengan adanya tim investigasi tersebut, dapat memberikan kesejahteraan buruh lebih baik lagi,” tukasnya.
Soal Perpres digadang-gadang bakal membawa ribuan TKA ke Kaltim. SBSI menyorotinya. Perpres itu, kata Amir P Ali mampu melegitimasi invasi imigran asal Tiongkok. “Itu kan jelas merugikan daerah. Harusnya itu tidak boleh dibiarkan,” ucapnya.
Tapi, kata Amir SBSI Kaltim dan puluhan serikat buruh lain, bukanlah barisan orang-orang yang suka marah-marah dalam orasi, hingga berujung tindakan represif. Memperingati Hari Buruh, hari ini, ia akan melakukan apel pagi dan menyampaikan aspirasi kepada pemerintah di GOR Segiri. Sebagai otoritas tertinggi di Kaltim, Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak meng-aminkan.
“Semua cukup disampaikan besok dalam apel pagi. Itu kan sudah cukup, ini kehormatan buat mereka. Aspirasi mereka langsung didengarkan oleh Gubernur, dan akan saya teruskan ke Pemerintah pusat,” kata Awang saat ditemui, di Kantor Gubernur Jalan Gajah Mada kemarin.
“Tidak ada itu (TKA) di Kaltim. Ini sudah saya pastikan tidak ada yang bermasalah,” tutup Awang.
Sementara, Polresta Samarinda menyiapkan 700 personelnya untuk mengamankan peringatan Hari Buruh Internasional yang jatuh pada hari ini, Selasa (1/5).
“Kegiatan itu sementara difokuskan di GOR segiri dengan digelarnya upacara terkait dengan Hari Buruh tersebut, Kami akan melaksanakan pengamanan, hari ini (kemarin) sudah dilakukan apel gelar pasukan,” kata Kasubbag Humas Polresta Samarinda, Ipda Danovan, Senin (30/4).
Sebelumnya, ditemui Koran Kaltim pada Sabtu (28/4), Kapolresta Samarinda, Kombes Pol Vendra Riviyanto menuturkan telah melakukan rapat dengan gubernur dan juga Kepala Dinas Tenaga Kerja (Kadisnaker) untuk persiapan peringatan Hari Buruh.
Ia menyebutkan, selain upacara ada juga serikat buruh yang merencanakan unjuk rasa. “Ini memang ada yang ingin menyampaikan aspirasi secara langsung,” tandasnya.
Surat pemberitahuan rencana aksi unjuk rasa ada tujuh serikat buruh telah masuk ke Kepolisian. “Titiknya di depan Kantor Gubernur,” paparnya.(rs)