Jamal mengakui debat perdana hanya berkutat kepada masalah banjir dan tambang. Sesuai perencanaan KPU, hanya mengupas isu strategis di Kaltim, tapi kata dia, calon tidak mengupas lisensi persoalan isu strategis di Kaltim. “Seharusnya paslon mengupas bagaimana menyelesaikan persoalan infrastruktur, kesehatan, SDM dan SDA di Kaltim,” ungkapnya.
Kata dia, isu strategis yang belum terekspose dalam debat tersebut yakni, masalah jembatan, air bersih, listrik dan infrastruktur. “Mestinya itu yang ditampilkan. Saya berharap debat selanjutnya bisa lebih baik lagi,” katanya.
Terkait debat tersebut, Ketua Tim Pemenangan AnNur, M Husni Fahruddin mengaku tidak ada evaluasi dalam debat, pihaknya hanya melakukan diskusi untuk suatu yang rumit menjadi sederhana.
“Di kami dengan paslon nanti tidak ada evaluasi. Kami hanya akan mengadakan diskusi, bagaimana menyikapi persoalan yang rumit untuk disederhanakan,” kata Ayub-sapaan akrab Husni Fahruddin, kemarin.
“Pokoknya debat perdana tersebut, kami sangat puas. Tidak sia-sia simulasi debat yang kami lakukan,” tambah Ayub.
Berbeda dengan pasangan calon AnNur, Ketua Tim Pemenangan Syaharie Jaang-Awang Ferdian Hidayat (JaDi), Rusman Yaqub mengaku akan melakukan evaluasi dari hasil penampilan pasangannya pada debat perdana tersebut.
“Pasti ada evaluasi, sebab itu sudah menjadi kebiasan kami, tehnik kami, termasuk didebat tersebut. Kami akan meningkatkan lagi dalam debat selanjutnya. Kan masih ada dua kali debat. Tapi secara keseluruhan kami puas denagan penampilan paslon kami,” kata Rusman kemarin.
“Yang akan kami evaluasi soal ketepatan waktu dalam menyampaikan pemaparan. Dan sekaligus memberikan soal cepat merespon untuk memanfaatkan waktu,“ tandasnya. (sab)