IPW Diversifikasi ke Pasar Retail, Sektor Batu Bara Diprediksi Naik 20 Persen
2 menit baca3.844 kali dibaca

SAMARINDA - Pemain tunggal, distributor alat konstruksi seperti Doosan, Bobcat dan Mahindra PT Intraco Penta Wahana (IPW) menargetkan kenaikan penjualan sampai 46 persen dibanding 2017 lalu.
Anak perusahaan PT Intraco Penta Tbk ini, bahkan mulai melirik lebih jauh pasar retail dan perorangan.
CEO PT IPW Nurahim Iskandar kepada Koran Kaltim mengakui, selama ini pasar utama mereka adalah pemain besar sektor pertambangan batu bara. Bahkan Samarinda dan Balikpapan menjadi dua kota penting bagi mereka.
“Sektor tambang kami kira sangat penting bagi kami. Di 2018 kami memprediksi akan ada kenaikan kira-kira 20 persen, untuk itu kami masih fokus untuk sektor ini, khususnya untuk rental ya melalui Terra Rent,” ujarnya ditemui di Samarinda, kemarin
Namun demikian, IPW kata dia, produknya cenderung lebih murah dibanding dengan distributor alat berat lainnya. Unit Bobcat (alat berat berukuran sedang) misalnya, utilitasnya lebih luwes bisa sampai merambah ke sektor lain seperti infrastruktur, perkebunan hingga pertanian.
“Bahkan di Surabaya di Bekasi itu sudah digunakan untuk memindahkan kotoran ternak. Di sektor infrastruktur bisa juga untuk mengeruk irigasi. Dengan harga Rp400 sampai Rp500 juta, market kami tentu tak melulu pemain tambang besar,” paparnya.
Dengan kegunaan dan harga yang relatif murah, ke depan sasaran pasar mereka juga akan merambah ke user rumah tangga.
“Bisa jadi seperti di negara - negara Eropa atau Amerika, karena biaya tenaga kerja tinggi, orang akan lebih memilih beli Bobcat untuk mengerjakan sawah misalnya, irigasi atau bahkan sekedar untuk membersihkan pekarangan,” urainya.
Ia menyebut, meskipun sudah mulai di jajaki sejak lama, namun diversifikasi pasar untuk menghindari homogennya pasar ke sektor tambang batu bara bisa menjadi strategi ampuh mencapai target 2018.
“Pemetaan kami, untuk wilayah baru kami akan membuka pasar di Kalimantan Utara. Saat ini masih sektor tambang sasarannya, tapi lebih jauh juga akan kami sasar untuk sektor lain seperti perkebunan. Selain itu, kami juga menjajaki pasar di Papua,” tutupnya. (rs)










