"Kampung Inggris dan pusat kreativitas Lawe-Lawe adalah salah satu program CSR Pertamina di bidang pendidikan melalui pembelajaran Bahasa Inggris yang dilakukan secara non formal," kata Chandra dalam rilis ke korankaltim.com, Rabu (27/10/2021).
Program ini bekerja sama dengan Yayasan Sansis Children dan diikuti oleh sekitar 230 siswa yang tidak hanya berasal Kelurahan Lawe-Lawe, namun juga dari desa dan kelurahan lainnya di wilayah Penajam Paser Utara (PPU).
Sementara perlombaan merupakan salah satu ajang untuk mendorong keberanian para siswa guna menampilkan kemampuan berbahasa Inggrisnya. "Mereka tentu tidak kalah dengan pelajar-pelajar di daerah lain," ucapnya.
Sebanyak 44 peserta mengikuti kompetisi ini. Mereka berasal dari sekolah yang berada di Kabupaten PPU. Kategori Cerdas Cermat Bahasa Inggris diikuti oleh 21 peserta tingkat SD dan 9 peserta tingkat SMP. Sementara sebanyak 7 pasang peserta mengikuti kegiatan peragaan busana.
"Semoga program Kampung Inggris ini dapat semakin dikenal dan menjadi salah satu simbol kemajuan di Kabupaten PPU. Oleh karena itu tentunya kita mengharapkan dukungan semua pemangku kepentingan. Kegiatan ini diharapkan kedepannya dapat kolaborasi lintas sektor sehingga terciptanya eksklusifitas dan terbuka untuk semua pemangku kepentingan," harapnya.
Program yang dijalankan oleh Pertamina ini sejalan dengan salah satu tujuan pembangunan berkelanjutan terutama tujuan ke empat yaitu pendidikan berkualitas.
Pemerintah Kabupaten PPU menyambut baik program yang dilaksanakan oleh KPI Unit Balikapapan tersebut.
Hal tersebut disampaikan oleh Plt Sekretaris Daerah Kabupaten PPU Muliadi.
"Saya berharap program ini dapat memberikan manfaat postif dan menjadi tempat sarana belajar dan pengembangan yang bernuansakan Kampung Inggris sebagai wadah pembelajaran," kata Muliadi.
Muliadi juga menyampaikan harapannya agar semua elemen dapat terus berkolaborasi. "Semua elemen mempunyai peran dalam mempersiapkan sumber daya manusia yang lebih baik terutama mewujudkan visi Kabupaten PPU yang maju, modern dan religius," katanya.
Sementara itu Ketua Yayasan SanSis Children Sandry menyampaikan, selain diadakan kompetisi pada kesempatan itu juga dibentuk Asosiasi Para Orang Tua.
"Kedepan peran Asosisasi Para Orang Tua ini akan semakin menentukan keberhasilan program di Kampung Inggris," tutupnya.
Penulis: Hendra
Editor : Bambang Irawan