Hal tersebut disampaikan Kepala Disperindagkop Berau Wiyati saat meninjau ketersediaan gula di beberapa agen dan Perum Bulog KPC Tanjung Redeb, Selasa (21/4/2020).
"Kebutuhaan sesuai dengan evaluasi kita itu 300 ton perbulan, dan ketersediaan sampai hari ini masih cukup hingga bulan Ramadan," katanya.
Soal harga gula yang melambung tinggi, menurut Wiyati, disebabkan kelangkaan karena agen harus antre di pabrik gula.
"Naiknya itu karena agen antre di pabrik dan itu makan biaya dan waktu, jadi sampai di Berau harganya sudah tinggi hingga ke pengecer juga naik," jelasnya.
Ia berharap ketersediaan gula di Bulog Berau dapat menstabilkan harga gula di pasaran yang kini mencapai Rp 20.000 per kilogramnya.
"Mudah-mudahan ke depan harga bisa turun sesuai HET yang ditentukan dan menekan harga. Kami dengan Bulog dapat bekerja sama untuk menekan harga gula agar naiknya itu hanya 25 persen dari harga yang telah ditetapkan,"tegasnya.
Ditambahkannya, pengiriman gula akan dilakukan bertahap hingga lebaran nanti.
"Insyaallah sebelum Ramadan datang sebanyak 25 ton, dan ditargetkan sebelum lebaran totalnya 150 ton akan masuk, jadi kebutuhan aman,"pungkasnya.
Penulis : Indra
Editor: M.Huldi