Dalam kunjungan ini Ahmad Yani menegaskan pentingnya evaluasi total terhadap penataan permukiman dan kesiapan infrastruktur pencegahan kebakaran di wilayah setempat. "Kita juga harus perhatikan ini," kata Ahmad Yani.
Bencana kebakaran ini dilaporkan memberi dampak yang meluas akibat kondisi lingkungan yang sangat padat serta akses jalan yang tidak memadai. Berdasarkan data sementara di lapangan, musibah ini telah berdampak pada sedikitnya 62 kepala keluarga (KK)
"Kami bersama seluruh wakil dari DPRD ke lokasi meninjau langsung. Tentunya ini jadi luka kita semua, luka masyarakat Kukar. Kejadian hari ini harus betul-betul kita jadikan bahan evaluasi supaya ke depan tidak terulang lagi," ujarnya.
Yani menyoroti bagaimana kendala geografis dan infrastruktur memperparah dampak kebakaran. Ia menilai, hambatan akses jalan membuat api yang seharusnya bisa dilokalisasi justru merembet dengan cepat ke bangunan lain. "Lokasi ini padat sekali permukimannya, fasilitas jalan yang tak memadai juga jadi kendala, yang tadinya hanya satu rumah ternyata hampir semua terkena dampak," jelasnya.
Merespons kondisi tersebut, Ahmad Yani menyatakan komitmennya untuk mendorong pemulihan kawasan secara terencana. DPRD Kukar akan mengawal agar proses perbaikan kelak melibatkan penataan ulang permukiman yang ramah terhadap mitigasi bencana.
Ia menekankan, area pemukiman ke depan wajib dilengkapi dengan Fasilitas Umum (Fasum) dan Fasilitas Sosial (Fasos) yang memadai, termasuk jalur evakuasi dan akses yang lapang untuk armada pemadam kebakaran. "Nanti, insya Allah kita perbaiki dan tata ulang supaya kejadian seperti ini bisa langsung di tangani dengam cepat, mobil pemadam bisa masuk di seluruh permukiman, akses menuju lokasi harus mudah," tegasnya.
Selain itu, Ahmad Yani juga menggarisbawahi kekosongan sarana pencegahan kebakaran di wilayah padat penduduk tersebut. Ia meminta seluruh pihak berhenti saling menyalahkan dan fokus pada solusi konkret pemenuhan fasilitas penunjang keselamatan.
"Ini adalah bagian dari kelalaian bersama. Tidak adanya fasilitas pemadam kebakaran tentu tidak mungkin kita salahkan siapa dan apa. Pada intinya, fasilitas itu memang tidak ada. Oleh karena itu, ke depan tidak boleh lagi ada kondisi seperti ini. Tidak ada alasan," tuturnya.
Ia menuntut agar prasarana pemadam kebakaran di kawasan padat wajib disiapkan dan disiagakan. "Kami berjanji akan melakukan evaluasi menyeluruh agar seluruh pelosok pemukiman di Kukar memiliki proteksi kebakaran yang layak. Kita tidak boleh lagi lengah, ceroboh, bahkan lalai dalam rangka menyediakan infrastruktur kebakaran," tambahnya.
Rombongan DPRD Kukar turut menyerahkan bantuan darurat secara simbolis untuk meringankan beban para korban terdampak. Ahmad Yani berharap langkah ini dapat memicu gelombang solidaritas dari masyarakat lain yang memiliki kemampuan lebih. "Ini jadi contoh kepada masyarakat kita yang kira-kira memiliki rezeki lebih. Tolong sama-sama bawa bantuan ke tempat ini untuk meringankan beban saudara kita yang terkena dampak," pungkasnya. (Adv)