Penulis: Zulhamri
KORANKALTIM.COM, SANGATTA- Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kutai Timur (Disdikbud Kutim) terus mempercepat pemerataan akses pendidikan dengan menghadirkan sekolah filial di wilayah yang selama ini sulit menjangkau sekolah induk.
2 menit baca2 kali dibaca

Penulis: Zulhamri
KORANKALTIM.COM, SANGATTA- Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kutai Timur (Disdikbud Kutim) terus mempercepat pemerataan akses pendidikan dengan menghadirkan sekolah filial di wilayah yang selama ini sulit menjangkau sekolah induk.
Langkah tersebut menjadi salah satu upaya pemerintah daerah mengatasi kesenjangan layanan pendidikan, terutama bagi masyarakat yang tinggal jauh dari pusat perkotaan maupun sekolah reguler.
Kepala Disdikbud Kutim Mulyono mengatakan, kondisi geografis Kutim yang luas membuat pola pembangunan pendidikan tidak dapat diseragamkan di seluruh wilayah. Karena itu, kebijakan pendidikan harus disesuaikan dengan karakteristik dan kebutuhan masing-masing daerah.
“Setiap wilayah memiliki tantangan yang berbeda, sehingga penyediaan layanan pendidikan juga harus melihat kondisi geografis serta kebutuhan masyarakat setempat,” kata dia.
Sekolah filial merupakan cabang dari sekolah induk yang dibuka di lokasi tertentu untuk mendekatkan layanan pendidikan kepada masyarakat. Skema tersebut dinilai menjadi solusi bagi daerah yang memiliki keterbatasan akses menuju sekolah reguler.
Melalui sekolah filial, anak-anak yang tinggal di wilayah terpencil tidak harus menempuh perjalanan jauh untuk mengikuti kegiatan belajar mengajar. Langkah ini juga dinilai lebih cepat diterapkan dibandingkan harus menunggu pembangunan sekolah induk baru.
“Sekolah filial kami dorong sebagai bentuk layanan yang lebih dekat dengan peserta didik, khususnya di wilayah yang aksesnya masih menjadi kendala,” ujarnya.
Pemerataan pendidikan tidak cukup hanya dengan membangun ruang belajar atau mendirikan sekolah. Pemerintah harus memastikan layanan yang diberikan benar-benar sesuai dengan kondisi peserta didik dan masyarakat setempat.
“Yang kami kejar bukan sekadar menambah tempat belajar, tetapi memastikan layanan pendidikan yang hadir memang sesuai dengan kebutuhan anak-anak di wilayah tersebut,” tegasnya.
Upaya tersebut diharapkan mampu memperkecil kesenjangan layanan pendidikan antara kawasan perkotaan dan pelosok Kutim. Dengan akses yang semakin dekat, anak-anak di daerah terpencil diharapkan memiliki kesempatan yang sama untuk memperoleh pendidikan dasar.
Pendidikan tidak hanya diarahkan pada kemampuan akademik seperti membaca, menulis dan berhitung. Peserta didik juga perlu memahami identitas daerah, termasuk nilai-nilai budaya yang tumbuh di lingkungan tempat mereka tinggal.
“Pendidikan harus membentuk kemampuan anak dengan hubungan lingkungan dan budaya,” pungkas Mulyono. (adv)






227 kali dibaca

110 kali dibaca
Pusat gempa berada di laut 84 km Utara Ruteng
06 Okt 2026, 10:42:45 WIB • Kedalaman 21 km
Gempa ini dirasakan untuk diteruskan pada masyarakat
Sumber: BMKG