Penulis: Zulhamri
KORANKALTIM.COM, SANGATTA - Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman menghadiri dan menutup kegiatan Out of the Book Gebyar Literasi Kutim 2026.
2 menit baca4 kali dibaca

Penulis: Zulhamri
KORANKALTIM.COM, SANGATTA - Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman menghadiri dan menutup kegiatan Out of the Book Gebyar Literasi Kutim 2026.
Kegiatan ini menjadi salah satu upaya mendorong minat baca sekaligus memperkuat budaya literasi masyarakat, khususnya generasi muda.
Bupati Ardiansyah menegaskan, literasi tidak sebatas kemampuan membaca buku. Menurutnya, literasi juga berkaitan dengan kemampuan menulis, berpikir, berkomunikasi, bercerita, hingga memahami persoalan kehidupan secara kritis.
Kekayaan bahasa dan budaya Indonesia menjadi modal penting dalam pengembangan literasi. Keragaman bahasa daerah, kata dia, turut memperkaya Bahasa Indonesia dan perlu dijaga melalui kebiasaan membaca, menulis serta menghasilkan karya.
“Literasi itu bukan hanya membaca. Kita juga harus mampu menuangkan apa yang dipikirkan melalui tulisan, cerita, komunikasi, dan karya yang lahir dari pemikiran sendiri,” kata Ardiansyah.
Menurutnya, kemampuan menghasilkan gagasan secara mandiri semakin penting di tengah pesatnya perkembangan teknologi, termasuk kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).
AI dapat dimanfaatkan sebagai sarana untuk membantu mencari informasi dan memperkaya pengetahuan. Namun, teknologi tersebut tidak seharusnya membuat manusia kehilangan kemampuan berpikir kreatif dan menghasilkan karya orisinal.
“Teknologi boleh kita jadikan alat bantu untuk mendapatkan informasi lebih luas. Tetapi gagasan, kreativitas, dan cara kita menyusun karya harus tetap menunjukkan kemampuan manusia,” ujarnya.
Selain mendorong pemanfaatan teknologi secara bijak, Ardiansyah juga mengingatkan masyarakat agar memiliki kemampuan menyaring informasi yang beredar di ruang digital.
Menurutnya, kemudahan memperoleh dan menyebarkan informasi harus diimbangi dengan kebiasaan memeriksa kebenaran informasi. Hal itu penting agar masyarakat tidak mudah menyebarkan informasi keliru yang dapat merugikan pihak lain.
“Semakin mudah informasi kita dapatkan, semakin besar pula tanggung jawab untuk memastikan informasi itu benar sebelum disampaikan kepada orang lain,” tegasnya.
Ketua Panitia Gebyar Literasi Kutim 2026 Deden Lukman melaporkan, selama pelaksanaan kegiatan tercatat 3.692 kunjungan ke pameran buku atau rata-rata 369 pengunjung setiap hari. Dari jumlah tersebut, tercatat sebanyak 2.840 transaksi pembelian buku.
"Penjualan buku bahkan mencapai 175 persen dari target yang ditetapkan penerbit. Mayoritas pengunjung berasal dari kalangan muda dan orang tua," ujarnya.
Sementara itu, buku anak-anak menjadi salah satu jenis buku yang paling banyak diminati selama pameran berlangsung. Antusiasme masyarakat cukup tinggi.
"Lebih dari 2.500 peserta dan pengunjung ikut terlibat dalam berbagai kegiatan yang kami laksanakan," pungkasnya. (Adv)
Editor: Erwin






123 kali dibaca

107 kali dibaca
Pusat gempa berada di darat 24 km baratlaut Maumere, Sikka
05 Okt 2026, 19:46:17 WIB • Kedalaman 12 km
Gempa ini dirasakan untuk diteruskan pada masyarakat
Sumber: BMKG