Masyarakat yang alami gangguan pernapasan diminta segera mendatangi Fasilitas Kesehatan (Faskes) agar segera mendapatkan penanganan medis dengan tepat.
“Saat muncul gejala, langsung saja ke dokter untuk di periksakan dan jangan menunggu parah baru ke Faskes,” kata Ahmad Yani, Minggu (4/10/2026).
Kekhawatiran ini bukan hanya sekadar pesan. Lonjakan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di Kukar menunjukkan tren yang mengkhawatirkan dalam dua bulan terakhir.
Kata dia, berdasarkan data yang dihimpun dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kukar, pada Agustus 2026 kasus ISPA tercatat sebanyak 9.074 kasus. Sementara pada September lalu, angka tersebut melambung tinggi menyentuh 10.012 kasus.
Melihat lonjakan yang signifikan ini, Ahmad Yani mendorong Dinas Kesehatan (Dinkes) Kukar untuk segera turun tangan aktif mengedukasi masyarakat.
“Saya minta Dinkes Kukar menggerakkan seluruh puskesmas guna memperkuat upaya pencegahan, memberikan masker ke masyarakat,” tegasnya.
Selain meminta kesiapan instansi kesehatan, Yani juga mengimbau masyarakat untuk lebih ketat dalam menjaga perlindungan diri secara mandiri. Mengingat kualitas udara yang berada di kategori kurang baik, pembatasan aktivitas di luar ruangan menjadi hal yang harus di hindari sementara.
“Alihkan dulu aktivitas ke dalam rumah atau ruangan tertutup untuk menghindari paparan langsung kabut asap, gunakan masker saat keluar ruangan,” ujarnya.
Dirinya optimistis, kondisi lingkungan di Kukar akan segera membaik. Hal ini seiring dengan mulai turunnya hujan di beberapa wilayah Kukar dalam beberapa hari terakhir.
“Saya harap intensitas hujan yang meningkat dapat meredam kabut asap, membersihkan partikel polusi di udara, dan pada akhirnya menekan grafik penyebaran penyakit saluran pernapasan. Mudah-mudahan nanti grafiknya bisa menurun,” harapnya. (adv)